Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata Selama 45 Hari dengan AS

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 21:55 WIB | Oleh:
Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata Selama 45 Hari dengan AS Doc: X - Foreign Ministry, Islamic Republic of Iran
Ket. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei

TEHERAN — Iran menolak proposal gencatan senjata baru selama 45 hari dengan Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik. Penolakan ini muncul saat tenggat yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz semakin dekat.

Sementara itu, mediator internasional terus mendorong pembicaraan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan proposal tersebut tidak logis dan tidak dapat diterima.

Baghaei menegaskan Iran tidak akan bernegosiasi di bawah ancaman dan menilai keamanan nasional menjadi faktor utama dalam setiap keputusan diplomatik. Rancangan gencatan senjata itu disusun oleh Mesir, Pakistan, dan Turki, dilansir dari Euro News, Selasa (7/4).

Ketiga negara tersebut mengusulkan penghentian konflik selama 45 hari serta pembukaan kembali Selat Hormuz. Tujuan proposal tersebut adalah menciptakan ruang bagi negosiasi lebih luas menuju kesepakatan damai permanen.

Pakistan mengirimkan proposal tersebut kepada Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan utusan khusus AS Steve Witkoff. Para mediator berharap jangka waktu 45 hari cukup untuk memungkinkan pembicaraan intensif antara pihak-pihak terkait.

Iran menjadi pihak pertama yang merespons dengan penolakan. Baghaei menyatakan bahwa AS dan Israel tidak memiliki garis merah, serta menegaskan Teheran tidak akan menghentikan pertempuran tanpa jaminan keamanan.

Hingga kini, Washington belum memberikan tanggapan resmi terhadap proposal tersebut. Trump sebelumnya memperingatkan kemungkinan serangan terhadap infrastruktur Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, jika Selat Hormuz tetap ditutup.

Namun, Teheran berulang kali mengabaikan ancaman tersebut. Menteri Kebudayaan Iran, Seyed Reza Salehi Amiri, bahkan menyebut Trump sebagai figur tidak stabil dan sulit dipahami. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.