Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Bobby Nasution Targetkan Modal Inti Bank Sumut Tembus Rp6 Triliun untuk Masuk Kategori KBMI 2

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 02:05 WIB | Oleh:
Gubernur Bobby Nasution Targetkan Modal Inti Bank Sumut Tembus Rp6 Triliun untuk Masuk Kategori KBMI 2 Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Sumut
Ket. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (tengah) memberikan keterangan pers setelah RUPS PT Bank Sumut (Perseroda) Tahun Buku 2025 di Medan, Senin (6/4).

MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution terus mendorong peningkatan modal PT Bank Sumut (Perseroda) menjadi kategori Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2.

Bobby mengatakan, bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menghapus KBMI I sebagai upaya memperkuat struktur industri perbankan nasional.

"Aturan OJK di 2029, bank itu minimal Rp6 triliun. Rp6 triliun itu, sudah masuk KBMI 2. Jadi pemegang saham, pemerintah daerah sepakat harus mengejar modal Rp6 triliun,” kata Bobby setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Sumut (Perseroda) Tahun Buku 2025 di Medan, Senin.

Gubernur menyebutkan, kategori KBMI 2 merupakan kelompok bank menengah dengan modal inti antara Rp6 triliun hingga Rp14 triliun.

Hingga kini, Bank Sumut masih berada di kategori KBMI I, sementara OJK berencana akan menghapus bank-bank dengan kategori KBMI 1 pada 2029.

"Saat ini, modal inti Bank Sumut mencapai Rp5,2 triliun. Kita masih membutuhkan sekitar Rp800 miliar untuk masuk ke kategori KBMI 2," jelas Bobby.

Pihaknya menyatakan, pemegang saham Pemprov Sumut maupun kabupaten/kota se-Sumatera Utara sepakat menyetorkan kembali 15 persen deviden di 2025 menjadi modal tahun ini.

Selain deviden 15 persen, lanjut dia, Pemprov Sumut juga menambahkan modal sebesar Rp100 miliar tahun ini, dan Kabupaten Tapanuli Selatan sekitar Rp70 miliar.

"Ada yang menganggarkan, seperti Tapsel (Tapanuli Selatan) perencanaannya pada 2025, dituangkan ke APBD akan menambahkan Rp70 miliar, termasuk 15 persen (deviden, red)," kata Bobby.

Gubernur juga berharap Bank Sumut tidak terlalu bergantung pada APBD, salah satunya dengan cara memperbanyak produk yang bisa bersaing dengan bank-bank lainnya.

"Upaya yang kita harapkan, tentu kita minta dari sisi uangnya dulu. Pihak ketiga jangan kemahalan, kedua produknya harus banyak. Jangan cuma mengandalkan APBD, dan juga ASN," tegas Bobby.

Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah menegaskan, hasil RUPS ini menjadi poin penting untuk memperkuat fundamental bisnis maupun meningkatkan daya saing di industri perbankan.

"Penguatan modal ini tidak hanya meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga secara langsung meningkatkan nilai investasi pemerintah daerah sebagai pemegang saham," kata Heru.

Pihaknya mengaku, penambahan modal ini akan difokuskan memperbesar kapasitas intermediasi, khususnya pembiayaan sektor produktif dan program prioritas pemerintah daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
PBB Peringatkan Dampak Luas...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.