Produksi Ikan Kuningan Dikebut, Diskanak Usulkan 100–150 Titik Bioflok Baru di Desa.
📅 Minggu, 31 Mei 2026, 20:03 WIB | Oleh: Yebdi TrismarDinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menggencarkan pengembangan budidaya ikan sistem bioflok di tingkat desa dengan mengusulkan 100 hingga 150 titik lokasi budidaya baru untuk meningkatkan produksi perikanan daerah.
Kepala Diskanak Kabupaten Kuningan A. Taufik Rohman dalam keterangannya di Kuningan, Minggu, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas nasional bidang perikanan pada periode 2026-2029.
Menurut dia, pengembangan budidaya ikan tematik berbasis desa akan dilakukan melalui Kelompok Daya Kreasi Masyarakat Perikanan (KDKMP) yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan.
"Kami merencanakan untuk mengusulkan sekitar 100 hingga 150 titik lokasi budidaya bioflok yang tersebar di berbagai desa di Kabupaten Kuningan," katanya.
Ia menjelaskan rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang diikuti para camat, unit pelaksana teknis daerah (UPTD) perikanan dan peternakan, serta penyuluh perikanan guna menyamakan langkah pelaksanaan program.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sistem bioflok dipilih, kata dia, karena mampu meningkatkan produktivitas budidaya ikan dengan pemanfaatan lahan yang lebih efisien dibandingkan metode konvensional.
Selain memperkuat produksi perikanan darat, pengembangan bioflok juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat melalui usaha budidaya yang dikelola secara berkelompok.
"Program ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor perikanan sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis desa," ujarnya.
Ia mengatakan pengembangan budidaya bioflok menjadi salah satu strategi untuk mengoptimalkan potensi perikanan air tawar yang dimiliki Kabupaten Kuningan.
Ia menambahkan pengembangan bioflok juga diproyeksikan untuk mendukung kebutuhan protein hewani dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus memperkuat kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian daerah.
"Kami ingin potensi perikanan yang ada di desa-desa terus berkembang sehingga mampu meningkatkan produksi, memperkuat ketahanan pangan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," katanya.
Berdasarkan data Diskanak, produksi ikan di Kabupaten Kuningan pada 2024 mencapai sekitar 28 ribu ton.
Dari jumlah tersebut, sektor budidaya menyumbang sekitar 27 ribu ton, sedangkan perikanan tangkap menghasilkan 440,8 ton dan hasil pengolahan mencapai 922,9 ton.
Sementara itu, hingga semester I 2025, produksi ikan di Kabupaten Kuningan telah melampaui 18 ribu ton.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!