Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Film Songko Angkat Legenda Minahasa, Horor Lokal Siap Teror Bioskop Mulai 23 April 2026

📅 Jumat, 03 Apr 2026, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Film Songko Angkat Legenda Minahasa, Horor Lokal Siap Teror Bioskop Mulai 23 April 2026 Doc: Antara
Ket. Poster film horor “Songko”.

Jakarta - Dunia Mencekam Studio bekerja sama dengan Rumah Produksi Santara mempersembahkan film horor terbaru berjudul “Songko”, yang terinspirasi dari legenda lokal di masyarakat Sulawesi Utara, khususnya wilayah Minahasa dan Tomohon.

Menjadi debut penyutradaraan Gerald Mamahit di layar lebar, film “Songko” menghadirkan kisah horor yang menegangkan, tetapi juga mencoba menggali kekayaan cerita rakyat dari Indonesia Timur.

“Songko adalah cerita yang sangat dekat dengan budaya dan legenda masyarakat Minahasa. Kami ingin menghadirkan horor yang terasa autentik, bukan hanya menakutkan secara visual, tetapi juga memiliki akar cerita yang kuat dari tradisi lokal,” ujar Gerald Mamahit, dalam keterangan resminya diterima di Jakarta, Kamis (2/4).

Film ini juga menggandeng talenta-talenta lokal untuk menceritakan kisah dari daerah mereka sendiri, sehingga cerita yang dihadirkan terasa lebih autentik dan memiliki kedekatan budaya yang kuat.

Dibintangi oleh Annette Edoarda, Imelda Therinne, Fergie Brittany, Tegar Satria, dan Khiva Iskak, film “Songko” akan membawa penonton masuk ke dalam atmosfer misteri dan ketakutan yang menyelimuti sebuah desa di Tomohon.

Aktor Khiva Iskak mengatakan keterlibatannya dalam film ini menjadi pengalaman yang sangat berbeda karena cerita yang diangkat terasa begitu dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.

“Yang membuat film ini menarik adalah kisahnya berasal dari legenda yang benar-benar dipercaya oleh masyarakat. Saat menjalani proses syuting di Tomohon, suasananya terasa sangat kuat dan mendukung atmosfer cerita,” ungkap Khiva Iskak.

Sementara itu, Annette Edoarda mengaku tertarik bergabung dalam film ini karena kekuatan ceritanya yang berbeda dari horor kebanyakan.

“Songko bukan hanya film horor biasa. Ceritanya tentang ketakutan, tuduhan, dan bagaimana sebuah desa bisa terpecah karena teror yang tidak mereka pahami,” kata Annette Edoarda.

Sebagai bentuk komitmen terhadap konsep hyperlocal storytelling, Santara tidak hanya menjadikan Sulawesi Utara sebagai latar cerita. Tim produksi bahkan membangun area set lokasi syuting di kaki Gunung Lokon, Tomohon, yang dirancang bukan sekadar instalasi sementara, melainkan sebagai infrastruktur kreatif berkelanjutan.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem perfilman daerah dalam jangka panjang. Sebagian besar cast dan crew yang terlibat dalam produksi Songko juga berasal dari Minahasa, Manado, dan Tomohon, sehingga proyek ini menjadi ruang kolaborasi bagi talenta-talenta lokal untuk terlibat langsung dalam produksi film layar lebar.

Film "Songko" berlatar tahun 1986, sebuah desa di Tomohon, tanah Minahasa, dilanda teror yang membuat warganya hidup dalam ketakutan. Satu per satu perempuan muda ditemukan tewas secara mengenaskan tanpa penjelasan yang pasti.

Warga desa mulai percaya bahwa kematian tersebut bukanlah kejadian biasa. Mereka meyakini bahwa desa mereka didatangi oleh Songko, makhluk misterius yang dipercaya mengincar darah suci dari perempuan muda demi memperoleh kekekalan.

Ketakutan perlahan berubah menjadi kecurigaan. Tuduhan demi tuduhan mulai bermunculan, hingga akhirnya mengarah kepada keluarga Mikha. Helsye, ibu tiri Mikha, dituduh menjadi dalang yang memanggil Songko ke desa mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.