Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Heboh! Karawang Jadi Tujuan Gelandangan dan Pengemis dari Luar Daerah, Penghasilan Tembus Rp150 Ribu Sehari

📅 Minggu, 26 Jul 2026, 01:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Heboh! Karawang Jadi Tujuan Gelandangan dan Pengemis dari Luar Daerah, Penghasilan Tembus Rp150 Ribu Sehari Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Pengemis.

Karawang - Dinas Sosial Kabupaten Karawang, Jawa Barat menyebutkan Karawang kini daerah tujuan aktivitas gelandangan, pengemis, pemulung dan pengamen dari luar daerah, karena bisa mendapatkan penghasilan yang lebih menjanjikan.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Karawang, Marwati, di Karawang, Sabtu (24/7) menyampaikan, selain berstatus daerah kawasan industri, Karawang juga merupakan salah satu daerah perlintasan.

Hal itu disebutkan menjadi alasan para gelandangan, pengemis, pemulung dan pengamen untuk beraktivitas di daerah sekitar Karawang.

Dinas Sosial bersama Satpol PP Karawang sebelumnya telah melakukan razia terhadap keberadaan gelandangan, pengemis, pemulung dan pengamen. Dalam razia itu terdapat 52 orang yang terjaring.

Setelah dilakukan pendataan, puluhan orang yang terjaring itu ternyata tidak seluruhnya warga Karawang. Mereka ada yang berasal dari beberapa daerah di Jawa Barat. Bahkan ada yang dari Lampung dan Jawa Timur.

"Dari 52 orang yang terjaring dalam razia pada Kamis malam (23/7), hanya 34 orang yang tercatat sebagai warga Karawang. Sisanya 18 orang adalah pendatang dari berbagai daerah," katanya.

Marwati mengatakan, mereka yang berasal dari luar daerah merupakan kelompok yang berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain. Mereka beralasan datang ke Karawang, karena daerah ini lebih menjanjikan untuk memperoleh penghasilan.

Seperti para gelandangan, pengemis dan pengamen, saat beraktivitas di Karawang, mereka bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp70.000-150.000 per hari. Di luar Karawang, pendapatannya tidak sebesar itu.

Kemudian pemulung yang berasal dari luar daerah mengaku bisa menjual barang rongsokan hingga Rp5.000-6.000 per kilogram. Sedangkan di luar daerah masih di bawah harga itu.

"Ada penghasilan yang lebih menjanjikan di Karawang, jadi mereka memilih untuk beraktivitas di wilayah Karawang," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Karawang Agus Kurnia menyampaikan, penanganan gelandangan, pengemis, pemulung dan pengamen ini sebenarnya tidak selesai dengan penertiban.

Penanganannya juga harus dilakukan melalui pendekatan rehabilitasi sosial, pemberdayaan, dan pemulihan fungsi sosial agar mereka dapat kembali menjalankan kehidupan secara lebih mandiri.

Atas hal tersebut, pihaknya mengimbau agar masyarakat bisa melapor jika menemukan gelandangan, pengemis, pemulung dan pengamen yang membutuhkan penanganan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Tips Menjalankan Bisnis Waralaba

30 menit yang lalu | Ones

Rona
Tips Menjalankan Bisnis War...
Nasional
Terungkap! Ini Isi Pertemua...
Olahraga
Fajar/Fikri Belum Puas mesk...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.