Dari Mentawai ke Trenggalek, Kisah Anak yang Temukan Harapan Baru di Sekolah Rakyat
📅 Rabu, 01 Apr 2026, 14:52 WIB | Oleh: Yebdi TrismarSeorang anak asal Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, menemukan harapan baru setelah menjadi siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Anak berinisial NR (11), siswa kelas 3 sekolah dasar, sebelumnya hidup terlantar tanpa diketahui keberadaan orang tuanya hingga akhirnya mendapatkan pendampingan dan akses pendidikan.
Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Wonocoyo, Ali Ludin, Rabu, mengatakan NR pertama kali ditemukan oleh pekerja asal Trenggalek saat berada di kawasan perkebunan di Mentawai.
"Anak ini sering ditemukan bermain di hutan dan perkebunan tanpa pengawasan. Saat ditanya, dia tidak mengetahui rumah maupun orang tuanya," katanya.
Para pekerja sempat menelusuri asal-usul anak tersebut, namun tidak menemukan keluarga maupun kerabatnya. NR kemudian dibawa ke Trenggalek dan sempat dirawat secara bergantian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, karena tidak merasa nyaman, anak tersebut beberapa kali meninggalkan tempat tinggalnya dan hidup berpindah-pindah.
"Ia sempat tidur di ladang, di atas jerami, hingga di pinggir jalan," ujar Ali.
NR kemudian ditemukan warga bernama Komarudin saat tidur di depan rumahnya. Karena merasa iba, Komarudin merawat anak tersebut hingga kondisinya lebih stabil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dinas Sosial bersama pendamping PKH kemudian melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan perlindungan serta pendidikan bagi anak tersebut.
NR akhirnya diterima sebagai siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek.
Ali mengatakan kondisi NR kini jauh lebih baik, baik dari sisi kesehatan maupun perkembangan sosial.
"Sekarang gizinya terpenuhi, lebih bersih, dan sudah mulai percaya diri saat diajak berkomunikasi," katanya.
Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun yang membutuhkan perlindungan sosial.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!