Antrean Mengular 12 KM, Truk Logistik 'Kepung' Pelabuhan Ketapang, ASDP Bongkar Strategi Darurat Ini
📅 Rabu, 01 Apr 2026, 02:20 WIB | Oleh: AlfredJAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengintensifkan manajemen operasional di Pelabuhan Ketapang guna mengurai kepadatan truk logistik yang melonjak signifikan pasca-berakhirnya kebijakan pembatasan kendaraan sumbu tiga.
Berdasarkan data per Selasa (31/3), antrean kendaraan menuju pelabuhan sempat menyentuh angka 12 kilometer seiring dinamisnya arus balik menuju Pulau Bali. Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menegaskan bahwa pihaknya telah mengoperasikan 36 kapal dengan dukungan skema tiba–bongkar–berangkat (TBB) serta optimalisasi buffer zone di Dermaga Bulusan guna menjaga ritme kendaraan tetap terkendali tanpa mengganggu kelancaran mobilitas pengguna jasa lainnya.
"Kami lakukan langkah ini agar arus logistik tetap terlayani dengan baik tanpa mengganggu kelancaran perjalanan pengguna jasa lainnya,” kata Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano sebagaimana keterangan di Jakarta, Selasa.
Dia menyampaikan meskipun Posko Angkutan Mudik telah berakhir, arus balik Lebaran di lintasan Ketapang-Gilimanuk masih bergerak dinamis dengan intensitas yang tinggi.
"Sejak pagi hingga siang hari, kendaraan terus mengalir menuju Pelabuhan Ketapang, mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke daerah asal maupun melanjutkan aktivitas pascalibur panjang," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyebutkan hingga pukul 15.00 WIB, arus kendaraan dari arah utara menuju pelabuhan terpantau padat dengan estimasi antrean mencapai kurang lebih 12 km. Komposisi kendaraan didominasi truk logistik, disertai bus dan kendaraan pribadi yang terus bergerak menuju area pelabuhan.
Kondisi ini merupakan bagian dari dinamika operasional pasca berakhirnya kebijakan pembatasan kendaraan logistik sumbu tiga ke atas yang diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor: KP-DRJD 854 Tahun 2026, Nomor: HK.201/1/21DJPL/2026, Nomor: 20/KPTS/Db/2026, dan Nomor: Kep/43/II/2026 tertanggal 5 Februari 2026.
Pembatasan tersebut sebelumnya diberlakukan di lintasan Ketapang-Gilimanuk pada 13–29 Maret 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Yossianis menyampaikan lonjakan kendaraan logistik setelah dibukanya kembali pembatasan tersebut menjadi salah satu faktor meningkatnya antrean di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
“Setelah berakhirnya pembatasan kendaraan logistik, terjadi peningkatan signifikan truk yang masuk ke Pelabuhan Ketapang. Kondisi ini berdampak pada antrean kendaraan, namun tetap dalam kendali melalui penguatan manajemen operasional di lapangan,” ujarnya.
Untuk merespons kondisi tersebut, ASDP berkolaborasi dengan regulator dan operator kapal melakukan penyesuaian layanan secara adaptif termasuk pola TBB, penambahan trip dan armada kapal, hingga pengendalian ritme kendaraan melalui buffer zone.
Tercatat, ASDP mengoperasikan 36 kapal dengan dukungan penerapan pola TBB pada 10 kapal di Dermaga 4 guna mempercepat proses bongkar muat.
Selain itu, enam kapal perbantuan turut memperkuat layanan, yakni Portlink VII, Liputan XII, Dharma Kencana IX, Dharma Rucitra, Karya Maritim II, dan Perkasa Prima V.
Pengaturan arus kendaraan juga dilakukan melalui optimalisasi buffer zone sebagai area penyangga sebelum kendaraan masuk ke pelabuhan, khususnya pada kendaraan truk logistik yang ditampung di Dermaga Bulusan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!