Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anak Bulungan Terancam Bahaya Digital? Bupati Syarwani Siapkan Jurus Ampuh Lewat PP TUNAS

📅 Rabu, 01 Apr 2026, 01:20 WIB | Oleh:
Anak Bulungan Terancam Bahaya Digital? Bupati Syarwani Siapkan Jurus Ampuh Lewat PP TUNAS Doc: ANTARA/Agus Salam
Ket. Bupati Bulungan, Syarwani dalam sebuah kesempatan bersama-sama anak Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten Bulungan menyatakan komitmen penuh dalam mendukung implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP TUNAS) dan aturan turunannya guna memperkuat perlindungan anak di ranah digital.

Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan bahwa langkah pembatasan platform digital bukan sekadar upaya regulasi, melainkan misi strategis untuk menjaga kualitas karakter dan capaian prestasi generasi muda di Kalimantan Utara. Melalui sinergi antara dinas terkait, komite sekolah, hingga peran aktif orang tua di rumah, Pemkab Bulungan kini tengah menyiapkan peta jalan sosialisasi sekaligus merancang regulasi inovasi daerah berbasis muatan lokal sebagai alternatif edukasi yang lebih sehat bagi tumbuh kembang anak.

“Kami sangat menyambut baik,” ujar Bupati Bulungan, Syarwani, di Tanjung Selor, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Selasa.

Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan pelaksana PP TUNAS, ia berharap ada kerja sama dari berbagai pihak untuk mengawal pembatasan platform digital sebagai upaya perlindungan anak di ruang digital.

“Tentu nanti soal pembatasan akan kami tindaklanjuti melalui kepala dinas terkait, tapi yang lebih utama adalah juga dukungan dari para komite sekolah untuk kita sama-sama mengawal dan mengawasi anak-anak kita,” katanya.

Dukungan dari Pemkab Bulungan ini, kata dia, tidak terlepas dari dampak besar karena penggunaan media sosial maupun platform digital terhadap kemampuan, kualitas, dan capaian prestasi anak-anak.

“Nah tentu sebagai orang tua kita juga memiliki tanggung jawab dalam rangka mengawal anak-anak kita terutama di rumah,” ucapnya.

Peraturan pembatasan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah ini, ujar Syarwani, juga menjadi bahan sosialisasi lebih lanjut baik Pemkab Bulungan.

Saat ini, kata dia, Pemkab Bulungan sedang mengajukan rancangan peraturan daerah terkait inovasi daerah guna memberi ruang kepada seluruh masyarakat, termasuk guru dan anak-anak untuk berinovasi memunculkan potensi lokal.

“Inovasi yang kita harapkan salah satunya bersifat mendidik, membentuk karakter anak-anak kita. Tentu potensi-potensi muatan lokal itu masih sangat potensial untuk bisa dikembangkan dan dimasukkan dalam sistem pembelajaran yang ada di Kabupaten Bulungan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.