Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SPBU Pesing Diserbu Jelang 1 April, Antrean Kendaraan Mengular Bikin Macet

📅 Selasa, 31 Mar 2026, 20:03 WIB | Oleh:
SPBU Pesing Diserbu Jelang 1 April, Antrean Kendaraan Mengular Bikin Macet Doc: ANTARA/Risky Syukur
Ket. Antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina Pesing, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat mengular pada Selasa (31/3) sore.

JAKARTA - Antrean kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina Pesing, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat mengular pada Selasa sore, meski pemerintah sudah memastikan tak ada rencana kenaikan komoditas itu pada 1 April 2026.

Tampak di lokasi pada pukul 17.26 WIB, antrean kendaraan, terutama roda empat memanjang hingga ke badan jalan.

Bahkan, antrean roda empat membentuk hingga tiga baris menuju selang pengisian.

Kondisi itu membuat lalu lintas di depan SPBU macet cukup parah. Kendaraan-kendaraan yang melintas pun bersahutan membunyikan klakson.

Kemacetan itu juga diperparah karena kendaraan roda empat yang keluar dari area SPBU usai mengisi bahan bakar.

Masdayat (42), seorang sopir truk, mengaku telah mencari bahan bakar dari arah Kalideres.

Namun, sepanjang Jalan Daan Mogot ke arah Pesing, semua SPBU yang dilewatinya penuh dengan antrean kendaraan.

"Dari Kalideres, udah nyisir sampai akhirnya ngisi (bahan bakar) di sini (SPBU Pertamina Pesing)," kata Masdayat.

Ia mengaku mendengar isu bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan terjadi pada 1 April 2026.

Hal itu membuatnya menyisir SPBU dari arah Kalideres ke Pesing demi memenuhi tangki bahan bakarnya, sebelum harganya naik.

"Dengar-dengar dari teman-teman bakal naik harganya," kata Masdayat.

Ia bersama kernetnya telah mengantre selama sekitar satu jam di SPBU Pesing. Di depannya, masih ada sejumlah roda empat yang sudah lebih lama mengantre.

Sementara itu, Rinto (47) seorang pedagang cilok di depan SPBU mengaku antrean kendaraan telah memadat sejak pukul 13.30 WIB.

"Dibanding sama hari-hari kemarin, lebih padat hari ini," kata Rinto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.