Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Opsi Pembatasan BBM Subsidi Dinilai Jadi Solusi Jangka Pendek Darurat Energi

📅 Selasa, 31 Mar 2026, 20:35 WIB | Oleh:
Opsi Pembatasan BBM Subsidi Dinilai Jadi Solusi Jangka Pendek Darurat Energi Doc: Selo Cahyo
Ket. Khawatir Harga Naik

AKARTA — Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menilai pembatasan bahan bakar minyak (BBM) subsidi menjadi opsi kebijakan paling realistis untuk menghadapi dampak darurat energi global dalam jangka pendek.

Ia menjelaskan, penutupan Selat Hormuz akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel telah memicu kelangkaan pasokan serta kenaikan harga minyak dunia hingga mencapai sekitar US$110 per barel. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan krisis energi global yang turut berdampak pada Indonesia.

Menurut Fahmy, sejumlah negara telah menetapkan kebijakan konkret untuk meredam dampak krisis energi tersebut. Namun di Indonesia, pemerintah dinilai masih belum mengambil langkah riil, meskipun telah mewacanakan sejumlah kebijakan penghematan energi seperti work from home (WFH), konversi kendaraan berbahan bakar minyak ke listrik, serta transisi energi.

“Ketiga kebijakan tersebut tidak efektif untuk mengatasi darurat energi karena bersifat jangka panjang, sementara kondisi saat ini membutuhkan solusi jangka pendek,” kata Fahmy dalam rilis pers yang diterima redaksi, Selasa (31/3). 

Ia menilai, pembatasan BBM subsidi agar tepat sasaran dapat menjadi langkah strategis. Saat ini, anggaran subsidi BBM diperkirakan mencapai sekitar Rp120 triliun per tahun. Namun, kebijakan pembatasan tersebut belum pernah diterapkan secara efektif, meskipun telah diwacanakan sejak era pemerintahan sebelumnya.

Fahmy mengakui bahwa salah satu kendala utama dalam penerapan kebijakan ini adalah mekanisme pengendalian distribusi. Uji coba penggunaan aplikasi MyPertamina dinilai belum berhasil, sementara sistem barcode yang saat ini digunakan masih memungkinkan kendaraan pribadi memperoleh akses BBM subsidi dengan mudah.

Sebagai solusi, ia mengusulkan mekanisme yang lebih sederhana dengan menetapkan jenis kendaraan yang berhak menggunakan BBM subsidi. Kelompok tersebut meliputi sepeda motor, angkutan orang, serta kendaraan pengangkut barang kebutuhan pokok, sementara mobil pribadi diarahkan untuk beralih ke BBM nonsubsidi.

Menurutnya, jika kebijakan ini dapat dijalankan secara konsisten, pemerintah berpotensi menghemat anggaran hingga Rp120 triliun. Dengan demikian, tekanan untuk menaikkan harga BBM subsidi dalam waktu dekat dapat dihindari.

Like, Share, Comment:

Komentar (2)

stan amana
stan amana
01 Apr 2026, 08:20 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Jalal Udin
Jalal Udin
01 Apr 2026, 08:30 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PBB: 58 Negara dan Wilayah Terkontaminasi Ranjau

51 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
PBB: 58 Negara dan Wilayah ...
Luar Negeri
Korsel Desak Trump Pimpin P...
Megapolitan
Jakarta Siapkan Diri Menuju...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.