Isu Perlindungan Anak Menguat, Aktivis Kaltara Dukung Pembatasan Digital
📅 Senin, 30 Mar 2026, 05:45 WIB | Oleh: Yebdi TrismarLalu bagaimana dengan orang tua, tentu saja menurutnya ada dorongan untuk lebih terlibat dalam kehidupan anak, menjadikan keluarga sebagai ruang utama pendidikan karakter, dan juga komunikasi dalam keluarga bisa lebih kuat serta bermakna.
“Ini penting, karena krisis yang kita hadapi hari ini bukan hanya soal teknologi, tapi krisis relasi dalam keluarga,” ungkap dia.
Untuk pengalihan dari kebiasaan menggunakan platform digital, ia menyebutkan bahwa di Kabupaten Bulungan dan Kaltara secara umum, sebenarnya punya banyak potensi kegiatan produktif yang bisa jadi alternatif, misalnya berbasis komunitas seperti Karang Taruna, forum anak, kelompok seni dan budaya lokal.
“Juga ada seperti pelestarian budaya dan lingkungan, belajar tarian daerah, musik tradisional, atau ikut kegiatan menjaga hutan dan sungai, serta berbagai hal positif lainnya,” bebernya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Yang penting, tegasnya, negara dan pemerintah daerah juga harus hadir menyediakan ruang-ruang aman dan fasilitas bagi anak untuk berkembang. Sebab baginya, aturan yang dikeluarkan pemerintah ini adalah awal yang baik. Tapi perlindungan anak tidak bisa hanya diserahkan pada regulasi.
“Harus ada kolaborasi antara negara, keluarga, sekolah, dan masyarakat. Karena pada akhirnya, masa depan anak-anak terutama anak perempuan ditentukan oleh sejauh mana kita serius melindungi mereka hari ini,” ucapnya.
“Lalu hal yang juga perlu digarisbawahi jangan sampai pembatasan ini menjadi bumerang sebagai pembatasan terhadap ruang kritis mulai dari anak muda,” imbuhnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!