IHSG Hari Ini Tersungkur, Investor Ragu Konflik AS–Iran Akan Mereda
📅 Jumat, 27 Mar 2026, 21:50 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor global terhadap ketidakpastian geopolitik, khususnya konflik AS–Iran yang belum menunjukkan tanda mereda.
Keraguan atas deeskalasi konflik ini mendorong pelaku pasar mengambil posisi defensif (risk-off), dengan mengurangi eksposur pada saham—terutama kapitalisasi besar—dan mengalihkan dana ke aset safe haven seperti dolar AS dan emas.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (27/3) sore, ditutup melemah 67,03 poin atau 0,94 persen ke posisi 7.097,06 seiring dengan keraguan investor akan meredanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 12,77 poin atau 1,75 persen ke posisi 718,96.
“Indeks saham di Asia pada Jumat (27/3) ditutup beragam dengan kecenderungan melemah, seiring dengan semakin besarnya keraguan mengenai de-eskalasi konflik di Timur Tengah,” sebut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari mancanegara, ekspektasi terhadap adanya negosiasi antara AS dan Iran selama pekan ini, telah meningkatkan volatilitas pasar saham global. Pelaku pasar tampak ragu atau skeptis terhadap penegasan Presiden AS Donald Trump bahwa perang melawan Iran akan segera berakhir.
Keraguan terhadap peluang berakhirnya konflik meningkat tajam setelah Iran menolak proposal gencatan senjata AS dan mengeluarkan proposal balasan, sementara AS akan mengirimkan lebih banyak pasukan ke kawasan Timur Tengah.
Konflik yang saat ini memasuki pekan keempat, kemungkinan akan memicu inflasi global dan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi banyak negara di tengah meningkatnya harga bahan energi dan gangguan perdagangan dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Trump mengatakan telah memperpanjang tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dengan AS dan membuka kembali Selat Hormuz selama 10 hari tambahan hingga tanggal 6 April 2026, untuk memberikan lebih banyak waktu bagi proses negosiasi.
Trump menyebut, perpanjangan ini dilakukan atas permintaan Iran, dan dikabulkan oleh AS sebagai imbalan atas di izinkannya 10 kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz sebagai hadiah dari Iran.
Sementara itu, sebagian besar Selat Hormuz masih ditutup sejak dimulainya perang AS dengan Iran, meskipun Iran mengatakan selat tersebut hanya ditutup untuk musuh-musuhnya.
Belakangan ini, Iran tampaknya telah mendirikan pintu tol untuk kapal-kapal yang melintasi selat tersebut, dengan Lloyd's List Intelligence melaporkan bahwa sejumlah kapal membayar biaya perjalanan dalam mata uang Yuan China.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu dipimpin sektor energi yang naik sebesar 0,34 persen, diikuti oleh sektor kesehatan yang naik sebesar 0,15 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!