Biar Nggak Macet, Pemkab Bogor Buka Jalur Alternatif Baru ke Puncak
📅 Jumat, 27 Mar 2026, 23:00 WIB | Oleh: Tim PenulisBOGOR – Mengurai kemacetan saat Lebaran itu ibarat menjaga suasana mudik tetap adem dan nyaman. Soalnya, lonjakan kendaraan di momen ini memang nggak main-main—semua orang ingin cepat sampai kampung halaman, tapi kalau tidak diatur, perjalanan justru bisa jadi melelahkan.
Di sinilah pentingnya rekayasa lalu lintas, pengaturan jadwal perjalanan, sampai kesiapan infrastruktur. Bukan cuma soal lancar di jalan, tapi juga soal keselamatan dan kenyamanan jutaan pemudik.
Kalau arus bisa lebih tertib, waktu tempuh jadi lebih singkat, risiko kecelakaan bisa ditekan, dan energi yang terpakai pun nggak terkuras habis di jalan.
Pada akhirnya, mengurai kemacetan bukan sekadar urusan teknis, tapi bagian dari memastikan momen pulang kampung tetap jadi pengalaman yang menyenangkan—bukan cerita panjang soal macet berjam-jam di perjalanan.
Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, membuka jalur alternatif baru di kawasan Puncak, Jawa Barat, sebagai upaya mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur utama wisata tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan jalur alternatif yang disiapkan menghubungkan kawasan Pasir Muncang menuju Sukagalih hingga Citeko, sebagai akses tambahan bagi kendaraan.
“Dirancang jalan dari Pasir Muncang ke Sukagalih, kemudian tersambung ke Citeko. Ini akan menjadi jalur alternatif baru di Puncak,” kata Ajat usai rapat penataan jalur wisata Puncak di Cisarua, Jumat (27/3).
Ia menjelaskan pembukaan jalur tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun 2026, sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam mengurangi kepadatan di Jalur Puncak.
Menurut Ajat, pembangunan jalur alternatif akan dilakukan melalui skema karya bakti TNI guna mempercepat proses pengerjaan tanpa harus melalui tahapan lelang yang panjang.
Selain itu, kata dia, aspek lahan juga telah dipersiapkan, termasuk untuk wilayah yang bersinggungan dengan kawasan Perhutani melalui skema pinjam pakai.
“Untuk lahan yang bersentuhan dengan Perhutani bisa menggunakan skema pinjam pakai, sehingga prosesnya bisa lebih cepat,” ujarnya.
Ajat menambahkan, keberadaan jalur alternatif tersebut diharapkan mampu menjadi opsi bagi pengguna jalan, terutama saat terjadi lonjakan kendaraan pada akhir pekan maupun musim libur.
Dengan adanya jalur baru, lanjut dia, distribusi arus lalu lintas tidak lagi terpusat di Jalur Puncak utama yang selama ini menjadi titik kemacetan.
Pemkab Bogor juga menegaskan bahwa pembukaan jalur alternatif ini merupakan bagian dari penataan kawasan Puncak secara menyeluruh, tidak hanya melalui rekayasa lalu lintas tetapi juga pengembangan infrastruktur.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!