Tiongkok Melihat Peluang untuk Pembicaraan Damai Iran - AS
📅 Kamis, 26 Mar 2026, 11:36 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SBEIJING - Tiongkok melihat 'secercah harapan' untuk perdamaian dalam perang di Iran. Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi pada Rabu (25/3) malam, mengatakan bahwa "secercah harapan" untuk perdamaian telah muncul berkat upaya untuk menghentikan perang di Timur Tengah, meskipun Teheran bersumpah untuk terus berperang.
Dari The Guardian, Wang Yi mendesak dialog dalam panggilan terpisah dengan rekan-rekannya dari Turki dan Mesir, menunjukkan bahwa baik Teheran maupun Washington telah menunjukkan sinyal bahwa mereka bersedia kembali ke meja perundingan.
“Dengan Amerika Serikat dan Iran sama-sama mengisyaratkan kesediaan untuk bernegosiasi, secercah harapan untuk perdamaian telah muncul,” kata Wang kepada Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty , menurut siaran pers Beijing yang diterbitkan dan dilaporkan oleh Agence France-Presse.
Pernyataan itu disampaikan beberapa jam sebelum Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa “sejauh ini, belum ada negosiasi yang terjadi, dan saya yakin posisi kami sepenuhnya berprinsip”.
Membicarakan negosiasi sekarang sama saja dengan mengakui kekalahan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada hari Rabu menegaskan bahwa Iran ikut serta dalam perundingan perdamaian, dan menyarankan bahwa penolakan Teheran disebabkan oleh ketakutan para negosiator Iran akan dibunuh oleh pihak mereka sendiri.
Wang mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan , selama percakapan telepon tersebut bahwa benar dan salahnya konflik di Timur Tengah "sangat jelas", dan menawarkan dukungan kepada negara tersebut dalam membantu memfasilitasi dimulainya kembali negosiasi.
Turki telah terlibat dalam upaya diplomatik yang "intensif" untuk mengakhiri perang dengan berbicara kepada Washington dan Teheran, kata Fidan bulan ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Memperpanjang perang ini hanya akan mengakibatkan lebih banyak korban jiwa dan kerugian yang tidak perlu, yang menyebabkan meluasnya konflik."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (3)
27 Mar 2026, 21:59 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas27 Mar 2026, 21:59 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas27 Mar 2026, 21:59 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!