Jalur Selatan Tawarkan Mudik dengan Pengalaman yang Berbeda
📅 Kamis, 26 Mar 2026, 18:22 WIB | Oleh: OpikDi Yogyakarta, perjalanan bergeser dari sekadar berpindah menjadi pengalaman singgah di berbagai titik.
Masjid Jogokariyan menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi, terutama dengan adanya Kampoeng Ramadhan Jogokariyan. Kawasan ini menghadirkan ratusan pelaku UMKM serta pembagian ribuan porsi takjil setiap hari.
Masjid tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang sosial yang mempertemukan warga dan pengunjung dari berbagai daerah.
Perjalanan juga diwarnai dengan pengalaman kuliner di sepanjang jalur. Di Garut, pemudik dapat singgah di rumah makan khas Sunda, Cibiuk Resto, sementara di sepanjang jalur pesisir, pedagang jambu kristal menjadi pemandangan yang mudah ditemui.
Sebaiknya Anda baca juga:
Memasuki Yogyakarta, gudeg tetap menjadi pilihan kuliner yang tidak terpisahkan dari perjalanan.

Jembatan Pandansimo, Bantul, Yogyakarta pada Rabu (18/3). Antara/Farika Nur Khotimah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari selatan ke utara, perjalanan kembali bergerak
Dari Semarang, perjalanan berlanjut ke arah barat melalui jalur pantai utara (Pantura) menuju Cirebon.
Memasuki jalur ini, suasana perjalanan mulai terasa berbeda dibandingkan jalur selatan. Meski arus kendaraan masih terpantau lancar pada periode H-1 Lebaran, aktivitas di sepanjang jalan terlihat lebih hidup.
Di Pekalongan, tim sempat singgah di kawasan Pasar Grosir Batik Setono, yang dikenal sebagai salah satu pusat batik terbesar di wilayah tersebut. Sejumlah pemudik terlihat memanfaatkan perjalanan untuk membeli oleh-oleh khas sebelum melanjutkan perjalanan.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Tegal, di mana tim mampir untuk menikmati kuliner khas daerah, yakni sate kambing muda Cempe Lemu. Hidangan ini menjadi salah satu pilihan yang banyak dicari pemudik untuk mengisi tenaga di tengah perjalanan.
Memasuki Brebes, perjalanan kembali diwarnai dengan persinggahan, kali ini di toko oleh-oleh telur asin yang menjadi ikon daerah tersebut. Produk olahan telur bebek ini masih menjadi pilihan utama pemudik untuk dibawa pulang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!