Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Minyak Dunia Turun Lebih dari 5%

📅 Kamis, 26 Mar 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Harga Minyak Dunia Turun Lebih dari 5% Doc: AFP/Giuseppe CACACE
Ket. Sebuah perahu mendekati kapal kontainer Marsa Victory berbendera St Kitts dan Nevis saat berlayar di perairan Selat Hormuz di lepas pantai Khasab di Semenanjung Musandam utara Oman, beberapa waktu lalu. Harga minyak turun tajam dan saham di Asia naik karena harapan de-eskalasi yang lebih luas setelah hampir empat minggu perang.

HONG KONG - Harga minyak dunia pada Rabu (25/3) turun dan saham menguat karena harapan akan deeskalasi perang di Timur Tengah setelah laporan mengatakan Washington DC telah mengirimkan rencana perdamaian ke Iran, sementara Teheran mengumumkan akan mengizinkan kapal tanker minyak "non-musuh" melewati Selat Hormuz.

Setelah hampir empat pekan konflik, investor langsung memanfaatkan tanda-tanda pertama bahwa permusuhan dapat mereda, meskipun analis menunjukkan bahwa kedatangan lebih banyak pasukan Amerika Serikat (AS) di wilayah tersebut mengindikasikan kemungkinan eskalasi masih ada.

Dampak ekonomi dari krisis ini mulai terasa di seluruh dunia, dengan pemerintah berupaya memangkas konsumsi energi dan maskapai penerbangan mengurangi jumlah penerbangan.

Kedua kontrak minyak mentah utama anjlok lebih dari 6 persen, dengan Brent kembali di bawah 100 dollar AS, setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan optimisme untuk mengakhiri perang dan mengatakan para pejabat sedang dalam negosiasi saat ini. Iran belum mengkonfirmasi adanya pembicaraan formal.

"Mereka melakukan sesuatu yang luar biasa kemarin. Mereka memberi kami hadiah dan hadiah itu tiba hari ini. Dan itu adalah hadiah yang sangat besar, nilainya sangat mahal," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval. "Itu berarti satu hal bagi saya - kita berurusan dengan orang yang tepat."

Dia tidak menjelaskan lebih lanjut tetapi mengatakan bahwa hal itu terkait dengan Selat Hormuz, tempat seperlima dari minyak dan gas global mengalir dan yang sebagian besar telah diblokade oleh Iran, menyebabkan harga energi global melonjak dan memicu kekhawatiran akan lonjakan inflasi lainnya.

New York Times yang mengutip pejabat yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa proposal perdamaian 15 poin dari pejabat AS dikirim melalui Pakistan.

Saluran televisi Israel Channel 12 mengatakan bahwa Trump mengusulkan gencatan senjata selama satu bulan di mana mereka akan membahas penyerahan uranium yang diperkaya milik Iran dan pelarangan pengayaan lebih lanjut, sementara Teheran juga akan memastikan jalur aman melalui Selat Hormuz.

Laporan Israel itu juga menyebutkan bahwa Iran akan terbebas dari semua sanksi dan menerima bantuan dalam pengembangan energi nuklir sipil.

Menyesuaikan

Sementara itu, Teheran, dalam pesan yang disebarkan oleh Organisasi Maritim Internasional, menjamin jalur aman melalui selat tersebut bagi kapal-kapal yang tidak bermusuhan.

Iran sebelumnya telah menyatakan bahwa mereka tidak menargetkan negara-negara sahabat.

Berita ini muncul setelah Trump pada Sabtu (21/3) lalu memberi Iran waktu 48 jam untuk membuka Selat Hormuz atau ia akan menyerang infrastruktur energi negara itu, sebelum kemudian secara mengejutkan mengubah pendiriannya padaSenin (23/3) dengan alasan langkah perundingan akan sangat baik.

Para pelaku pasar saham langsung memanfaatkan perkembangan tersebut, dengan Tokyo dan Seoul melonjak lebih dari 3 persen pada satu titik, sementara Hong Kong, Sydney, Shanghai, Singapura, Wellington, dan Taipei juga mengalami kenaikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kemenperin Dukung Pelestari...

BPOM Tetap Awasi Program MBG

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BPOM Tetap Awasi Program MBG

Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Menkeu Tegaskan Pemerintah ...
Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.