Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bangun Masa Depan Petambak Udang Kecil, Lewat Sistem Budidaya Modern, Adil, dan Ramah Lingkungan

📅 Sabtu, 19 Jul 2025, 23:02 WIB | Oleh:
Bangun Masa Depan Petambak Udang Kecil, Lewat Sistem Budidaya Modern, Adil, dan Ramah Lingkungan Doc: Aquarev
Ket. Tambak udang. Aquarev mendorong transformasi sistem budidaya udang yang lebih modern, adil, dan ramah lingkungan.

JAKARTA - Indonesia merupakan salah satu negara produsen udang terbesar di dunia. Namun, di balik potensi besar tersebut, industri akuakultur Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan mendasar.

Salah satu masalahnya adalah lebih dari 82 persen tambak udang masih bersifat ekstensif, mengandalkan metode tradisional yang berdampak pada rendahnya produktivitas serta berdampak buruk terhadap lingkungan.

Banyak petambak kecil kesulitan mengakses teknologi, pelatihan, maupun praktik budidaya yang berkelanjutan. Akibatnya, degradasi ekosistem seperti pembabatan mangrove, penurunan kualitas air, dan limbah yang tidak terkelola dengan baik menjadi persoalan yang semakin kompleks.

Berbagai pihak kini mulai mencari pendekatan baru untuk mengatasi masalah tersebut, dengan mendorong transformasi sistem budidaya udang yang lebih modern, adil, dan ramah lingkungan. Salah satu inisiatif yang lahir dari upaya ini adalah Aquarev.

Perusahaan sosial berbasis teknologi tersebut memiliki tujuan membangun ekosistem akuakultur yang tidak hanya produktif, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan. Fokusnya adalah membantu petambak kecil meningkatkan praktik budidaya mereka melalui pendekatan terintegrasi.

Pendekatan terintegrasi yang diterapkan mencakup renovasi tambak, pendampingan teknis langsung di lapangan, serta sistem pemantauan digital dan pelacakan hasil panen secara transparan melalui kolaborasi dengan Koltiva. Perusahaan teknologi agrikultur ini dikenal telah berpengalaman dalam membangun sistem rantai pasok berbasis data.

“Model yang ditawarkan Aquarev berbasis pendekatan komunitas. Setiap kelompok petambak didampingi melalui sistem klaster dan mekanisme pembagian risiko (risk sharing), di mana tantangan budidaya dihadapi secara kolektif. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan peluang keberhasilan panen, tetapi juga memperkuat solidaritas serta tata kelola usaha yang lebih inklusif dan berkelanjutan," kata Head of Partnerships Aquarev Retno Nuraini, dalam keterangannya pada hari Jumat (18/7).

Ia menuturkan,  Aquarev juga aktif menjaga aspek keberlanjutan lingkungan dengan melindungi dan mulai merehabilitasi kawasan mangrove yang menjadi bagian penting dari ekosistem pesisir. Upaya ini dilakukan melalui penanaman bibit mangrove di sekitar tambak, serta edukasi kepada petambak tentang pentingnya ekosistem pesisir yang sehat bagi keberlangsungan usaha budidaya.

Saat ini, program budidaya Aquarev telah berjalan di berbagai wilayah strategis di pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Di lokasi-lokasi ini, Aquarev menjalin kemitraan erat dengan para petambak lokal melalui pendekatan berbasis komunitas dan pendampingan teknis jangka panjang.

“Dari berbagai lokasi tersebut, muncul cerita-cerita transformasi yang memperlihatkan dampak pendekatan Aquarev secara nyata di lapangan. Salah satunya datang dari Pasangkayu, Sulawesi Barat, tempat di mana kemitraan antara Aquarev dan petambak lokal terus berkembang,” ungkapnya. 

H. Siala, yang telah lama menekuni usaha ini, bersama putranya Muchtar, membagikan kisah mereka sebagai bagian dari komunitas Aquarev. Muchtar, yang sebelumnya menempuh pendidikan di Kalimantan tanpa pengalaman dalam dunia tambak, memutuskan kembali ke kampung halaman untuk membantu usaha keluarga.

“Saya belajar bahwa tambak udang bukan hanya soal teknis, tetapi soal membangun kepercayaan dan kerja sama erat dengan tim di lapangan,” ujarnya.

Kemitraan mereka dengan Aquarev mulai menunjukkan hasil nyata. Di Pasangkayu, tambak keluarga ini sedang menjalani siklus panen pertama dan telah melakukan panen parsial sebanyak lima kali sejak April 2025 dengan rata-rata produktivitas sebanyak 38,5 ton per hektar. Hingga akhir Juli, tambak tersebut diproyeksikan akan menghasilkan lebih dari 43 ton udang.

Tak hanya dari sisi produksi, para petambak juga merasakan dampak positif dari sisi pemasaran. Dengan dukungan Aquarev, mereka tidak perlu lagi khawatir mencari pembeli saat panen. Karena kualitas udangnya tinggi dan terjaga, harga yang diterima pun lebih kompetitif dibanding sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.