Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Makan Bergizi Gratis di Kepri Aman, 104 SPPG Penuhi Standar Higiene

📅 Senin, 23 Mar 2026, 10:56 WIB | Oleh:
Program Makan Bergizi Gratis di Kepri Aman, 104 SPPG Penuhi Standar Higiene Doc: Antara Foto
Ket. Sarana transportasi dapur SPPG untuk distribusi MBG di Batam, Kepri.

Sebanyak 104 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah memenuhi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai syarat operasional dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Regional SPPG Kepri Anindita Ayu memastikan hingga saat ini tidak ada dapur SPPG di Kepulauan Riau yang dihentikan operasionalnya seperti yang terjadi di sejumlah daerah lain.

“Di Kepri tidak ada yang dihentikan. Semuanya sudah dalam proses dan sebagian besar sudah mendaftar SLHS,” ujarnya saat dihubungi di Batam, Senin.

“Dari total 205 dapur SPPG di Kepri, sebanyak 104 sudah memiliki sertifikat (SLHS) tersebut,” sambungnya.

Ia mengatakan proses verifikasi dan pemenuhan persyaratan masih terus berjalan untuk dapur lainnya.

Anindita menjelaskan pihaknya bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri terus melakukan pemantauan dan pendampingan agar seluruh dapur dapat memenuhi standar yang ditetapkan.

“Kami bekerja sama dengan pihak Dinkes Provinsi untuk melakukan pengecekan berkala dan memastikan semua SPPG memenuhi ketentuan,” katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Batam Meldasari menyebut setiap SPPG wajib memiliki SLHS paling lambat satu bulan sejak ditetapkan sebagai dapur MBG.

Ketentuan tersebut mengacu pada surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terkait percepatan penerbitan SLHS untuk SPPG.

“Puskesmas terdekat melakukan pendampingan dan verifikasi dokumen, dilanjutkan dengan inspeksi kesehatan lingkungan oleh Dinkes setempat,” katanya.

Selain itu dapur juga wajib melengkapi sejumlah persyaratan, mulai dari dokumen penetapan, denah dapur, hingga sertifikat keamanan pangan bagi penjamah makanan.

“Setelah verifikasi dokumen, akan dilakukan inspeksi kesehatan lingkungan dan uji sampel untuk memastikan dapur benar-benar layak,” 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
  • Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian
    Preview komentar:
    Bukannya Vivo & BP 92 udah 16.130 dari ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.