Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat Kemenhub Urai Antrean di Pelabuhan Gilimanuk

24 Jumat, 20 Mar 2026, 14:33 WIB | Oleh:
Gerak Cepat Kemenhub Urai Antrean di Pelabuhan Gilimanuk Gerak Cepat Kemenhub Urai Antrean di Pelabuhan Gilimanuk Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bergerak cepat menangani antrean panjang kendaraan yang terjadi di lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk pada masa arus mudik Lebaran 2026. Antrean yang mulai terjadi sejak Sabtu (14/3) sempat mencapai puncaknya hingga sekitar 37 kilometer, menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu titik paling krusial dalam arus mudik tahun ini.

Berbagai upaya telah dilakukan sejak awal oleh KSOP, ASDP, dan Polri untuk mengurai kepadatan. Hingga Senin (16/3), antrean berhasil ditekan ke kisaran 28 kilometer, meskipun tekanan arus kendaraan masih tinggi dan kepadatan mulai terjadi dari kedua sisi, baik Gilimanuk maupun Ketapang.

Memasuki Selasa (17/3), Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi turun langsung memimpin penanganan di lapangan. Di tengah antrean kendaraan yang masih berkisar 20–25 kilometer di Gilimanuk, Menhub memilih untuk tidak hanya memantau dari jarak jauh, tetapi hadir langsung di titik krusial.

“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat antrean panjang ini. Oleh karena itu, kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh langkah percepatan dilakukan secara maksimal dan terkoordinasi,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/3).

Menhub terlebih dahulu menuju Ketapang dan kemudian menyeberang ke Gilimanuk dengan menaiki kapal feri sebagai pejalan kaki. Di tengah tingginya tekanan situasi, Menhub sempat mendapat respons spontan dari sejumlah pengguna jasa. Namun, dengan mempertimbangkan urgensi penanganan di Gilimanuk, Menhub memilih segera melanjutkan perjalanan untuk mempercepat proses penguraian antrean.

Langkah ini didasarkan pada prinsip bahwa kelancaran di sisi Gilimanuk menjadi kunci utama untuk mengurai kepadatan di Ketapang. Terlebih, operasional penyeberangan akan dihentikan sementara pada 19 Maret dalam rangka penghormatan Hari Nyepi, sehingga percepatan penanganan menjadi sangat krusial.

Setibanya di Gilimanuk pada Selasa siang, Menhub langsung memimpin koordinasi lintas instansi di lapangan. Seluruh pihak—mulai dari operator pelabuhan, ASDP, aparat kepolisian, hingga petugas teknis—dikonsolidasikan untuk bekerja secara terpadu dalam satu ritme percepatan layanan.

20260320143301_5cacfeca-cb8d-4127-8555-21c4768bc307.jpeg

Sejumlah langkah strategis segera diterapkan, antara lain optimalisasi buffer zone untuk menampung kendaraan, percepatan proses tiba–bongkar–berangkat (TBB), pengoperasian kapal berkapasitas besar seperti KMP Prima Nusantara, serta rekayasa lalu lintas di jalur menuju pelabuhan bersama kepolisian.

Upaya tersebut membuahkan hasil dalam waktu singkat. Pada Selasa sore, antrean kendaraan yang sebelumnya mencapai puluhan kilometer berhasil ditekan menjadi sekitar 9 kilometer.

Perbaikan terus berlanjut secara konsisten. Dalam waktu kurang dari 24 jam, tepatnya pada Rabu (18/3), antrean kembali berkurang signifikan hingga tersisa sekitar 1 kilometer. Kondisi ini menandai bahwa arus penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk maupun Ketapang telah kembali normal dan berjalan lancar.

“Keberhasilan mengurai antrean ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, mulai dari operator pelabuhan, ASDP, aparat kepolisian, hingga masyarakat yang turut menjaga ketertiban selama proses penguraian berlangsung,” lanjutnya.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan respons cepat, koordinasi yang solid, serta kehadiran langsung pemerintah di lapangan, permasalahan dapat ditangani secara efektif dalam waktu singkat. Kementerian Perhubungan memastikan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi di seluruh titik krusial untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. 

Sebelumnya, Menhub dan rombongan bertolak dari Jakarta menggunakan pesawat kalibrasi milik Kementerian Perhubungan yang dioperasikan Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BBKFP), mengingat padatnya agenda pemantauan arus mudik Lebaran. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.