Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur DKI Belum Berencana Lakukan Hujan Buatan meski Cuaca Panas Ekstrem

📅 Rabu, 18 Mar 2026, 09:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur DKI Belum Berencana Lakukan Hujan Buatan meski Cuaca Panas Ekstrem Doc: ANTARA
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026).

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum berencana melakukan rekayasa cuaca atau hujan buatan meskipun suhu panas ekstrem melanda ibu kota dalam beberapa hari terakhir.

“Jakarta masih belum memerlukan, apa, dibuat hujan buatan,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (17/3).

Dia mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelang Idul Fitri.

Menurut dia, meskipun saat ini cuaca terasa panas, BMKG memprakirakan ada potensi hujan dengan intensitas menengah saat Idul Fitri.

“Untuk menghadapi Idul Fitri, memang data BMKG menunjukkan sebelumnya cuacanya panas. Tetapi pada saat Idul Fitri, ada kemungkinan curah hujan menengah,” ujar Pramono.

Sementara itu, BMKG memperkirakan kondisi panas ekstrem di Jakarta masih akan berlangsung hingga mendekati Idul Fitri, yakni sekitar 20–22 Maret 2026.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan suhu tinggi yang dirasakan masyarakat dalam beberapa hari terakhir masih berpotensi terjadi dalam waktu dekat.

Dia mengungkapkan suhu maksimum di Jakarta sempat mencapai 35,6 derajat Celsius. Kondisi ini dipengaruhi oleh langit yang relatif cerah dengan tutupan awan yang minim.

Situasi tersebut membuat radiasi matahari menembus atmosfer secara optimal dan langsung mencapai permukaan bumi, dan ini diperkirakan masih terus terjadi selama masa peralihan musim.

“BMKG mencatat suhu maksimum hingga 35,6 derajat Celsius dan indeks UV masuk kategori ungu atau artinya bahaya ekstrem," ungkap Guswanto.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat paparan sinar matahari berada pada tingkat tertinggi.

Warga disarankan agar menghindari paparan langsung matahari, terutama pada pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.

Selain itu, masyarakat juga diminta menggunakan perlindungan diri saat beraktivitas di luar ruangan, seperti topi, payung, kacamata hitam, serta pakaian berlengan panjang.

"Gunakan tabir surya atau sunscreen dengan SPF tinggi untuk melindungi kulit. Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi," tutur Guswanto. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.