Trump Sebut AS Mulai Diskusi dengan Iran
📅 Selasa, 17 Mar 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiWASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Minggu (15/3), bahwa AS sedang melakukan pembicaraan dengan Iran ketika perang memasuki minggu ketiga, namun menurutnya Teheran belum siap mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik tersebut.
“Ya, kami sedang berbicara dengan mereka,” kata Trump kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One, tanpa merinci bentuk pembicaraan tersebut ketika ditanya apakah ada upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik yang telah meluas ke kawasan Timur Tengah dan mengguncang pasar global.
“Namun saya rasa mereka belum siap. Tapi mereka sudah cukup dekat,” kata Trump.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran membantah bahwa ada pembicaraan dengan AS.
Dilansir Channel NewsAsia, Trump juga mengatakan dirinya tidak yakin ingin membuat kesepakatan untuk mengakhiri perang tersebut “karena pertama-tama tidak ada yang benar-benar tahu dengan siapa Anda berurusan, karena sebagian besar kepemimpinan mereka telah terbunuh”.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei bersama puluhan pejabat Iran lainnya dilaporkan tewas pada hari pertama serangan AS–Israel pada 28 Februari.
Meski demikian, Trump menegaskan bahwa “mereka sangat ingin membuat kesepakatan”.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan negaranya tidak tertarik melakukan pembicaraan dengan AS, sekaligus menolak pernyataan Trump.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami cukup stabil dan kuat. Kami hanya membela rakyat kami,” kata Araghchi kepada program Face the Nation milik CBS dalam wawancara yang disiarkan pada Minggu.
“Kami tidak melihat alasan mengapa kami harus berbicara dengan Amerika, karena kami sedang berbicara dengan mereka ketika mereka memutuskan untuk menyerang kami,” katanya. “Tidak ada pengalaman yang baik dalam berbicara dengan Amerika.”
Di belahan lain, menteri-menteri luar negeri Uni Eropa bertemu di Brussels, Senin (16/3), guna membahas situasi di Timur Tengah dan upaya untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka, kata Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas.
"Kami akan membahas soal Timur Tengah, semua yang terjadi di Timur Tengah yang juga berdampak pada Ukraina, mitra lainnya, dan topik utamanya adalah bagaimana menjaga Selat Hormuz tetap terbuka," kata Kallas menjelang Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa di Brussels, seperti dikutip Antara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!