Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Tunda Kunjungan ke Tiongkok Selama Sebulan, Fokus Perang Lawan Iran

📅 Selasa, 17 Mar 2026, 10:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Trump Tunda Kunjungan ke Tiongkok Selama Sebulan, Fokus Perang Lawan Iran Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Arsip - Presiden AS Donald Trump.

WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump pada Senin (16/3) mengatakan ingin menunda kunjungannya ke Beijing untuk bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping setidaknya satu bulan karena perang yang sedang berlangsung dengan Iran.

"Saya ingin sekali [pergi ke Tiongkok], tetapi karena perang, saya harus berada di sini," kata Trump tentang pertemuan itu, yang awalnya dijadwalkan pada 31 Maret–2 April. "Jadi kami minta kunjungan itu ditunda sekitar satu bulan."

"Saya menantikan bertemu dengannya. Kami punya hubungan yang sangat baik," katanya, merujuk pada Xi. 

Beberapa jam sebelumnya, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kunjungan ke Tiongkok itu bisa dijadwal ulang karena Trump perlu fokus pada perang AS dan Israel melawan Iran.

"Sebagai panglima tertinggi, prioritas utamanya saat ini adalah memastikan keberhasilan operasi ini, Epic Fury. Kami akan segera memberi tahu tanggalnya," katanya.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga mengatakan Trump ingin tetap berada di Washington untuk mengoordinasikan upaya perang.

"Bepergian ke luar negeri pada saat seperti ini mungkin bukan pilihan yang optimal," katanya.

Pernyataan itu muncul sehari setelah Trump mengatakan kepada Financial Times bahwa ia bisa menunda pertemuannya dengan Xi jika Tiongkok tidak membantu AS membuka Selat Hormuz yang diblokade Iran dalam beberapa hari mendatang.

Trump terus menekan negara-negara yang bergantung pada minyak Timur Tengah, termasuk Jepang dan Korea Selatan, untuk mengirim kapal perang guna mengamankan jalur pelayaran penting itu.

Dalam pertemuan di Gedung Putih, Trump kembali menyerukan dukungan untuk membuka selat tersebut, yang menjadi jalur bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Ia juga mengeklaim banyak negara telah bersiap untuk membantu, tetapi tidak menjelaskan negara mana yang mendukung dan mana yang tidak.

Saat perang memasuki pekan ketiga tanpa tanda-tanda berakhir, prospek kunjungan pertama Trump ke Tiongkok pada masa jabatan keduanya semakin tidak pasti.

Meski demikian, pejabat ekonomi kedua negara tetap menggelar pertemuan selama dua hari di Paris dan sepakat menjaga komunikasi erat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.