IHSG Menghijau Jelang Lebaran, Reli Asli atau Sekadar Euforia Global?
📅 Selasa, 17 Mar 2026, 17:50 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjelang libur panjang Lebaran mencerminkan sentimen positif yang ditopang pergerakan bursa global yang cenderung menguat.
Optimisme ini didorong oleh meredanya kekhawatiran eksternal serta ekspektasi stabilitas likuiditas jangka pendek. Namun, kenaikan tersebut juga sarat nuansa teknikal, di mana pelaku pasar memanfaatkan momentum window dressing sebelum periode libur.
Dengan aktivitas perdagangan yang berpotensi menurun, penguatan IHSG lebih mencerminkan sentimen jangka pendek ketimbang perubahan fundamental, sehingga tetap rentan terhadap koreksi pasca-libur.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (17/3) sore, ditutup menguat 84,55 poin atau 1,20 persen ke posisi 7.106,84 mengikuti penguatan mayoritas bursa kawasan dan global menjelang libur panjang Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri 2026.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,69 poin atau 1,22 persen ke posisi 722,41.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bursa regional Asia didominasi penguatan karena sentimen didorong oleh penguatan berkelanjutan di Wall Street (AS) semalam,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, pelaku pasar juga semakin bertaruh bahwa bank sentral AS The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 17-18 Maret 2026.
Di sisi lain, harga minyak masih berfluktuasi setelah Iran meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi di sekitar Teluk Persia, namun optimisme bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali turut mendukung minat investor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump meminta China untuk menunda pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping sekitar satu bulan, dengan alasan perlu fokus pada konflik Iran.
Dari dalam negeri, pemerintah berkomitmen terhadap disiplin fiskal, dengan menekankan bahwa batas defisit anggaran sebesar 3 persen terhadap PDB hanya akan dilanggar dalam kondisi krisis berat.
Sementara itu, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) Maret 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate tetap di level 4,75 persen, dalam rangka memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah, serta menjaga pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen.
Adapun, pasar saham Indonesia akan libur panjang mulai Rabu (18/3), dan kembali dibuka pada Rabu (25/3), atau pekan depan dalam rangka memperingati Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri 2026.
IHSG dibuka menguat dan betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi dan logistik yang naik sebesar 3,46 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor infrastruktur yang naik masing-masing sebesar 2,62 persen dan 2,10 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!