Waspada Gelombang Kedua, Puncak Mudik Nagreg Diprediksi Pecah pada Tanggal Ini
📅 Senin, 16 Mar 2026, 01:45 WIB | Oleh: AlfredNAGREG - Kepolisian Daerah Jawa Barat mulai mengintensifkan strategi rekayasa lalu lintas "one way sepenggal" atau satu arah parsial guna mengurai kepadatan di titik rawan macet jalur arteri Nagreg hingga Limbangan.
Langkah situasional ini terbukti efektif mencairkan penumpukan kendaraan hanya dalam hitungan menit di tengah lonjakan arus mudik Lebaran 2026 yang mencapai 100 persen dibandingkan hari normal.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan di Nagreg pada Minggu (15/3) mengatakan strategi "one way sepenggal" (parsial) menjadi langkah utama petugas di lapangan dalam mengurai kemacetan arus mudik.
Menurut dia, skema yang berbeda dengan sistem satu arah permanen itu diterapkan secara situasional berdasarkan panjang antrean kendaraan di titik rawan kemacetan, seperti Limbangan dan Nagreg.
Rudi mengatakan skema itu terbukti efektif mencairkan kepadatan lalu lintas dalam hitungan menit. Koordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat juga dilakukan untuk memastikan ekor kemacetan tidak mengunci pergerakan kendaraan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Cukup efektif hasilnya dalam waktu tidak terlalu lama, ini bisa mencairkan arus lalu lintas. Itu tadi terbukti ya, tadi cuman 10 menit, katanya gitu, sudah bisa lancar kembali di Limbangan," kata Rudi di Pos Terpadu Nagreg.
Ia menambahkan selain mengelola lalu lintas di ruas tol, personel juga dikonsentrasikan untuk menjaga kelancaran jalur arteri dari Nagreg hingga perbatasan Jawa Tengah.
"Kami hari ini juga fokus kepada arteri. Dua hari kemarin kami melakukan penatalaksanaan manajemen di ruas jalan tol. Hari ini kita dari Karawang menuju ke daerah Priangan Timur," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan pantauan di lapangan, arus kendaraan pada H-6 Lebaran tercatat meningkat hingga 100 persen dibanding hari normal.
Meski volume kendaraan meningkat, ia memastikan pergerakan pemudik menuju wilayah Priangan Timur masih relatif lancar dan terkendali.
"Alhamdulillah, ada peningkatan sebesar 100 persen, tapi bisa kita lihat saksikan bersama bahwa lalu lintas cukup lancar," tuturnya.
Kepolisian memprediksi gelombang arus mudik terbagi dalam dua fase. Setelah peningkatan stabil pada hari ini, puncak arus mudik kedua diperkirakan terjadi pada 19-20 Maret.
"Sepertinya peningkatan pertama ini relatif masih stabil. Mungkin puncak mudik kedua diperkirakan tanggal 19-20 ini akan terjadi peningkatan arus mudik. Tapi kita semua jajaran telah siap," kata Rudi.
Sementara itu, data Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung menunjukkan volume kendaraan yang melintas di Jalur Nagreg cukup tinggi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!