Nyepi dan Lebaran Momentum Jaga Keharmonisan Jakarta
📅 Senin, 16 Mar 2026, 01:20 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri
JAKARTA - Dekatnya perayaan Nyepi tahun ini dengan Idul Fitri sebagai dua perayaan besar keagamaan yang memiliki makna spiritual mendalam bagi umat Hindu dan umat Islam harus menjadi momentum menjaga keharmonisan dan toleransi. “Saya mengajak seluruh masyarakat terus menjaga keharmonisan, toleransi, dan keberagaman agar Jakarta tetap aman, damai, serta kondusif,” ucap Gubernur Jakarta, Pramono Anung, Minggu (15/3). Pramono berharap semoga perayaan Nyepi dan Idul Fitri berlangsung dengan baik.
Pramono Anung menyatakan ini saat menghadiri Upacara Melasti, bagian dari rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Pura Segara, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (15/3). Dia berharap seluruh umat Hindu Jakarta dapat menjalankan rangkaian ibadah menjelang Hari Suci Nyepi dengan khidmat, tertib, dan penuh sukacita.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan rangkaian perayaan Nyepi di Jakarta. Ini termasuk kegiatan budaya seperti parade ogoh-ogoh yang digelar di kawasan Bundaran HI, beberapa waktu lalu. Menurutnya, kegiatan budaya dan keagamaan tersebut menjadi bukti bahwa Jakarta merupakan rumah bersama bagi seluruh umat beragama dan ruang terbuka bagi pelestarian budaya.
Pramono lebih lanjut menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk terus menjaga kehidupan beragama yang aman, nyaman, dan penuh toleransi. “Saya adalah gubernur untuk semua agama, semua golongan, dan semua kelompok. Fakta ini sebagai komitmendan akan terus saya jalankan agar Jakarta tetap menjadi kota yang rukun, damai, dan penuh kebersamaan,” tegasnya.
Dia mengucapkan selamat kepada umat Hindu yang tengah menjalankan rangkaian Upacara Melasti untuk menyambut Nyepi. “Semoga Catur Brata Penyepian dapat terlaksana dengan baik, sehingga semua bisa menjadi manusia yang lebih baik. Juga memulai kembali kehidupan dengan hati yang suci, serta menjaga bumi melalui perenungan diri,” harapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Acara Melasti tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. Dia menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jakarta atas dukungan terhadap rangkaian perayaan Nyepi. Ratu menilai, penyelenggaraan berbagai kegiatan keagamaan di Jakarta menunjukkan kuatnya nilai toleransi dan kerukunan masyarakat Indonesia.
“Saya ingin mengucapkan apresiasi kepada Gubernur Jakarta yang telah mendukung rangkaian persiapan Hari Raya Nyepi. Hal ini menjadi wujud nyata bahwa kerukunan dan toleransi umat beragama di Indonesia, khususnya Jakarta, berjalan baik,” kata Ratu.
Mesin Kremasi
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada bagian lain Umat Hindu Jakarta mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Jakarta agar menambah fasilitas dermaga dan perbaikan mesin kremasi untuk mendukung pelaksanaan upacara keagamaan. “Sebab setiap kami melaksanakan upacara Melasti seperti ini dan Ngaben, kesulitan untuk transportasi ke laut,” kata Ketua Suka Duka Hindu Dharma, Made Sudarta.
Menurutnya, umat Hindu Jakarta selama ini kesulitan akses ke laut saat upacara Melasti dan Ngaben karena keterbatasan dermaga. Kondisi tersebut telah berlangsung bertahun-tahun. Umat Hindu harus menunggu kondisi pasang surut air laut sebelum dapat berlayar.
Dia menggunakan pawang agar airnya tidak surut ataupun datang gelombang agar sampan yang dilalui digunakan ke laut tengah aman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!