Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ASEAN Serukan Perang di Timur Tengah Segera Dihentikan, Krisis Mengguncang Sektor Energi dan Perdagangan

📅 Sabtu, 14 Mar 2026, 11:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
ASEAN Serukan Perang di Timur Tengah Segera Dihentikan, Krisis Mengguncang Sektor Energi dan Perdagangan Doc: CNA/Reuters
Ket. Foto bersama di Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN ke-32 di Manila, Filipina, pada 13 Maret 2026.

MANILA - Para menteri luar negeri dan ekonomi ASEAN pada hari Jumat (13/3) menyerukan penghentian segera perang di Timur Tengah, dan mengatakan bahwa dampak dari melonjaknya harga minyak dan terganggunya perdagangan sudah mulai memukul perekonomian Asia Tenggara.

Beberapa negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) telah mulai menerapkan langkah-langkah untuk mengatasai dampak ekonomi, dengan bergerak cepat untuk menghemat energi, menstabilkan pasar domestik, dan melindungi sektor-sektor rentan seperti pariwisata.

"Kami menyampaikan keprihatinan serius atas situasi di Timur Tengah dan dampaknya di kawasan tersebut, dan menekankan pentingnya penghentian permusuhan segera," kata Menteri Luar Negeri Filipina Ma Theresa Lazaro dalam konferensi pers setelah pertemuan khusus tentang krisis tersebut. ASEAN menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri sepenuhnya.

Filipina, yang memimpin ASEAN tahun ini, mengadakan pertemuan khusus tersebut di tengah meningkatnya kekhawatiran atas konflik Iran. Para menteri menyerukan agar rantai pasokan energi global tetap terbuka dan mengaktifkan mekanisme regional untuk mengurangi dampak ekonomi.

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, yang juga ikut serta dalam pertemuan virtual tersebut, menyatakan dukungan untuk upaya Manila dalam membentuk respons regional dan menyampaikan keprihatinan atas situasi di Teluk.

Ia juga mencatat bahwa konflik yang berkepanjangan akan memiliki konsekuensi serius bagi dunia, termasuk ASEAN, dan mendesak semua pihak untuk kembali bernegosiasi guna mencapai resolusi damai.

Harga minyak mentah diperdagangkan mendekati US$100 per barel karena kekhawatiran tentang pasokan, yang semakin meningkat akibat janji pemimpin tertinggi Iran yang baru untuk tetap menutup Selat Hormuz, jalur bagi seperlima pasokan minyak global.

"Konflik yang meningkat telah menimbulkan dampak ekonomi yang lebih luas di luar kawasan ini, khususnya melalui peningkatan volatilitas di pasar energi global dan gangguan pada jalur maritim dan rantai pasokan utama," kata para menteri ekonomi dari 11 negara anggota blok tersebut dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan terpisah.

Lazaro mengatakan Filipina, yang sangat bergantung pada impor bahan bakar dari Timur Tengah, sedang mempertimbangkan untuk membeli minyak dari Russia, tetapi dia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Para menteri ekonomi memperingatkan bahwa ketergantungan kawasan ini pada jalur pasokan minyak dan LNG global membuatnya sangat rentan terhadap guncangan lebih lanjut, menambahkan bahwa memperkuat ketahanan rantai pasokan, mempercepat transisi energi terbarukan, dan memperdalam kerja sama regional akan sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.