Manimbora, Monumen Ketenangan di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia
📅 Jumat, 13 Mar 2026, 07:11 WIB | Oleh: Haryo BronoMenjemput Senja
Umumnya wisatawan datang setelah matahari tergelincir ke arah barat. Memang waktu terbaik untuk benar-benar “merasakan” Manimbora adalah saat sore hari, ketika sebagian besar kapal wisata mulai kembali ke Derawan atau Maratua.
Saat matahari mulai turun, cahaya keemasan akan menyapu batang-batang pohon kelapa, menciptakan bayangan panjang di atas pasir yang mulai dingin.
Pada momen ini, julukan “Pulau Spongebob” terasa terlalu dangkal. Manimbora adalah lebih dari sekadar referensi budaya populer. Ia adalah monumen ketenangan, sebuah titik di mana manusia bisa berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia untuk menyadari betapa kecilnya manusia di hadapan alam raya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pulau ini adalah bukti bahwa keindahan tidak butuh ruang luas untuk bersinar. Manimbora adalah simfoni kesunyian yang akan terus bergema dalam ingatan siapa pun yang pernah mencicipi pasir putihnya dan bersandar di bawah lindungan pohon kelapanya. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!