Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Risiko Ekonomi RI Meningkat, tapi Kebijakan Pemerintah Kurang Efisien

📅 Kamis, 12 Mar 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Risiko Ekonomi RI Meningkat, tapi Kebijakan Pemerintah Kurang Efisien Doc: antara
Ket. Peneliti ekonomi Center of economic and law studies (Celios), Nailul Huda

JAKARTA -Peneliti ekonomi Center of economic and law studies (Celios), Nailul Huda menilai risiko yang dihadapi perekonomian Indonesia akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran di kawasan Timur Tengah akan meningkat, sayangnya kebijakan pemerintah justru kurang efisien.

Menurut Huda, risiko-risiko tersebut sudah dipaparkan sebelumnya oleh ekonom dan pada saat yang bersamaan, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rupiah melemah karena ekonom “nakut-nakutin” pasar.

“Jadi saya rasa ada kontradiktif antara pernyataan Purbaya yang bilang risikonya tinggi dengan sikap yang ditunjukkan selama ini. Permasalahan tersebut juga bermuara dari kebijakan pemerintah yang kurang efisien,” ucapnya.

Hal itu mulai dari kebijakan belanja yang sangat heavy di belanja MBG (makan bergizi gratis) sehingga defisit fiskal diproyeksikan meningkat. Kemudian hal ini membuat lembaga pemeringkat utang, memberikan outlook negatif.

“Investor semakin berhati-hati terhadap surat utang Indonesia karena ada kemungkinan fiskal kita buruk. Lalu terjadi capital outflow dan menyebabkan rupiah melemah dan sebagainya. Jadi risiko-risiko tersebut sebagian besar dikarenakan kebijakan dalam negeri pemerintah sendiri,” pungkas Huda.

Penutupan Selat Hormuz

Diketahui, Menkeu Purbaya memaparkan sejumlah risiko yang dapat dihadapi perekonomian Indonesia akibat eskalasi konflik antara AS dan Israel dengan Iran di kawasan Timur Tengah.

Menurutnya, salah satu risiko utama berasal dari potensi penutupan Selat Hormuz yang bisa mengganggu suplai energi global dan memicu lonjakan harga komoditas, khususnya minyak. “Ketidakpastian ini tercermin dari meningkatnya sentimen risk off di pasar keuangan global, ditandai volatilisasi tinggi pada indeks pasar baik VIX maupun MOVE, pergeseran investor ke aset safe haven, penguatan indeks dolar AS, DXY, serta kenaikan yield US Treasury yang 10 Tahun,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA Edisi Maret di Jakarta, Rabu.

Dari jalur perdagangan, kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan beban impor migas Indonesia. Kondisi ini bisa menekan surplus neraca perdagangan sekaligus mempengaruhi neraca pembayaran.

Sementara di sektor pasar keuangan, meningkatnya ketidakpastian global berpotensi memicu arus modal keluar (capital outflow). Hal ini berpotensi menekan pasar saham, pasar obligasi, serta nilai tukar rupiah, sekaligus meningkatkan biaya pendanaan (cost of fund).

Di sisi fiskal, Purbaya menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan berperan sebagai shock absorber meski menghadapi potensi kenaikan subsidi energi dan beban bunga utang.

Namun demikian, pemerintah juga dapat memperoleh tambahan penerimaan dari kenaikan harga komoditas seperti batu bara, nikel, dan minyak kelapa sawit (CPO).

Pemerintah bakal terus memantau perkembangan konflik tersebut secara ketat untuk memastikan instrumen APBN dapat bekerja secara responsif. “Pemerintah juga terus memantau perkembangan ini secara ketat, memastikan instrumen APBN bekerja secara responsif dan menjaga fiskal tetap prudent agar respons kebijakan tetap terukur guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat,” tuturnya.

Sementara, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menjelaskan eskalasi konflik di Timur Tengah meningkatkan volatilitas harga minyak dunia dalam jangka pendek. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, lanjutnya, pemerintah memperkuat strategi ketahanan energi nasional, termasuk menjaga kecukupan cadangan energi serta memastikan kelancaran pasokan energi domestik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PROFIL BINTANG

Memphis Depay

41 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Memphis Depay

Jejaring Global Terus Ditingkatkan Pemkot Makassar

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Jejaring Global Terus Ditin...
Olahraga
Pelatih Mario Lemos Diperta...
Daerah
NTB Diuntungkan Gelombang R...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pembukaan Piala Dunia Bakal Spektakuler dari Tiga Stadion, Meksiko Siap Gulung Afrika Selatan

Pembukaan Piala Dunia Bakal Spektakuler dari Tiga Stadion, Meksiko Siap Gulung Afrika Selatan

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.