Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebutuhan Kue Kering Melejit 131%, Sektor Mamin dan Kecantikan Dominasi E-commerce Ramadan.

📅 Rabu, 11 Mar 2026, 13:25 WIB | Oleh:
Kebutuhan Kue Kering Melejit 131%, Sektor Mamin dan Kecantikan Dominasi E-commerce Ramadan. Doc: Compas,co.id
Ket. Infografi laporan Compas.co.id FMCG E-commerce Outlook Report 2026. Data historis Ramadan menunjukkan lonjakan drastis pada kategori kue kering (131%) dan kosmetik (96%). Simak analisis tren konsumen untuk strategi pemasaran berbasis data yang lebih akurat.

JAKARTA - Menjelang sepuluh hari puncak perayaan Idulfitri (21 Maret 2026), Compas.co.id FMCG E-commerce Outlook Report 2026 memaparkan analisis tren musiman guna membantu pelaku industri mengantisipasi lonjakan belanja tahun ini. Berdasarkan data historis Ramadan 2025, konsumen Indonesia menunjukkan pola konsumsi masif pada kategori tertentu demi memenuhi kebutuhan jamuan hari raya dan persiapan penampilan diri.

Laporan tersebut mencatat bahwa pada periode puncak Ramadan 2025, subkategori Makanan & Minuman (Mamin) mengalami pertumbuhan signifikan yang didorong oleh fenomena stok pangan (pantry stocking). Berikut adalah rincian pertumbuhan tercepat pada kategori F&B berdasarkan data historis tersebut:

Biskuit & Kue Kering: Mencatatkan rekor lonjakan pertumbuhan tertinggi sebesar 131%.

Kacang-kacangan: Tumbuh signifikan sebesar 124%.

Makanan Siap Saji: Meningkat sebesar 82%.

Cokelat: Mengalami kenaikan sebesar 54%.

Di sisi lain, keinginan untuk tampil maksimal saat silaturahmi mendorong kategori Kecantikan (Beauty) tumbuh kuat dengan kontribusi nilai pasar mencapai 52,1% terhadap total FMCG. Pada momen Ramadan, subkategori kosmetik dekoratif mengalami lonjakan drastis:

Foundation: Memimpin pertumbuhan dengan kenaikan 96%.

Maskara: Meningkat 65%.

Bedak: Naik sebesar 43%.

Selain itu, kategori kesehatan khususnya Suplemen Kecantikan turut melonjak 66%. Hal ini mengonfirmasi tren wellness "cantik dari dalam" yang semakin diminati selama bulan puasa.

“Lonjakan signifikan pada Ramadan 2025, seperti kenaikan 131% pada kue kering dan 96% pada foundation, memperkuat optimisme kami. Compas.co.id memprediksi bahwa pada penghujung tahun 2026, pasar FMCG e-commerce Indonesia akan mampu menembus angka Rp155 triliun,” ujar CEO Compas.co.id, Hanindia Narendrata melalui siaran pers pada hari Rabu (11/3).

Laporan lengkap Compas Outlook Report 2026 kini telah tersedia bagi pelaku industri yang ingin mendalami insight pasar lebih lanjut. Data ini diharapkan dapat menjadi kompas strategis dalam menyusun langkah distribusi dan pemasaran berbasis data guna menavigasi peluang di sepanjang tahun 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.