Kota Tua Jakarta Masuk Skala Prioritas, Kemenbud RI dan Pemprov DKI Lakukan Kolaborasi
📅 Selasa, 10 Mar 2026, 13:45 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk mempercepat pemajuan kebudayaan di ibu kota. Kerja sama tersebut mencakup upaya pelestarian cagar budaya, pengembangan permuseuman, hingga penguatan ekosistem seni dan budaya.
Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara kementerian dan sejumlah pemerintah daerah serta lembaga negara. Acara penandatanganan berlangsung di Gedung E Kementerian Kebudayaan RI pada Selasa (10/3).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap langkah kolaboratif tersebut. Ia menilai kerja sama lintas lembaga menjadi kunci penting dalam memperkuat pengembangan kebudayaan nasional, khususnya di Jakarta.
"Jakarta merupakan kota dengan kekayaan budaya yang sangat beragam. Selayaknya melting pot, Jakarta telah menjadi ruang pertemuan berbagai tradisi, nilai, dan ekspresi budaya dari seluruh penjuru tanah air," ujar Rano.
Menurut Rano, keberagaman budaya di Jakarta tercermin dari berbagai tradisi yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Budaya Betawi seperti Ondel-ondel, Lenong, dan Palang Pintu masih terus hidup berdampingan dengan beragam ekspresi seni budaya Nusantara lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menegaskan pelestarian budaya tidak hanya sebatas menjaga warisan masa lalu. Upaya tersebut juga harus memastikan nilai-nilai budaya tetap hidup, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Di sisi lain, budaya juga memiliki peran penting dalam pembangunan kota. Pengembangan museum, cagar budaya, seni pertunjukan, serta industri kreatif berbasis budaya mampu mendorong pariwisata di Jakarta," jelasnya.
Melalui kerja sama tersebut, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memperkuat berbagai program pemajuan kebudayaan. Langkah itu mencakup perlindungan dan pengembangan warisan budaya hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kebudayaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, pemerintah daerah juga menargetkan peningkatan capaian Indeks Pembangunan Kebudayaan sebagai salah satu indikator kemajuan sektor budaya. Program pembinaan dan penguatan ekosistem budaya juga akan terus dikembangkan melalui berbagai kolaborasi.
"Semoga sinergi ini memberikan manfaat nyata bagi pelestarian budaya serta memperkuat peran kebudayaan dalam pembangunan Jakarta yang berkelanjutan," kata Rano.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menilai Jakarta memiliki banyak aset cagar budaya yang perlu mendapatkan perhatian serius. Beberapa bangunan bersejarah bahkan memiliki nilai arsitektur tinggi yang mencerminkan perjalanan sejarah kota.
"Terutama dengan DKI Jakarta, Bang Rano, DKI ini banyak sekali aset cagar budaya. Penataan Kota Tua, masterplan-nya saya kira kita perlu terlibat agar cagar budaya di DKI semakin kuat dan bisa kita revitalisasi," ujar Fadli.
Ia juga menyoroti keberadaan sejumlah bangunan tua yang berasal dari abad ke-18 yang kini dalam kondisi kurang terawat. Bangunan tersebut dinilai memiliki nilai sejarah penting yang perlu dipertahankan melalui program revitalisasi.
"Banyak gedung tahun 1700-an dengan baroque style yang sekarang terbengkalai, termasuk Gudang Timur bekas pagar VOC," tambahnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!