Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Era Baru Nepal, Negeri Himalaya Siap Lantik Pemimpin Baru

📅 Selasa, 10 Mar 2026, 22:43 WIB | Oleh:
Era Baru Nepal, Negeri Himalaya Siap Lantik Pemimpin Baru Doc: AFP

KATHMANDU - Raper berusia 35 tahun Balendra Shah bakal menjadi perdana menteri baru Nepal setelah hasil resmi, Selasa (10/3), menunjukkan partai politiknya menang telak di pemilihan umum yang berlangsung pekan lalu.

Partai Rastriya Swatantra (RSP), yang didirikan 3,5 tahun lalu, memenangi 125 dari 165 kursi daerah pemilihan (dapil) untuk DPR Nepal, dengan hasil perolehan suara di 164 dapil dan mengamankan 48 persen dari 10 juta suara proporsional yang telah dihitung hingga saat ini, demikian menurut komisi pemilihan umum (KPU) setempat.

Pemilu pada Kamis (5/3) lalu menjadi yang pertama sejak gelombang protes dari kaum muda di Nepal bergejolak sejak September 2025.

Dalam tuntutannya, protes itu mendesak pencabutan larangan penggunaan media sosial dan pemberantasan korupsi hingga menggulingkan Khadga Prasad Sharma Oli, yang saat itu menjabat sebagai perdana menteri.

Khadga Prasad Sharma Oli memimpin koalisi antara Partai Komunis Nepal atau Marxist-Leninist Bersatu dengan Kongres Nepal.

RSP merupakan partai terbesar keempat sebelum majelis tertutup yang beranggotakan 275 orang dibubarkan sebagai dampak dari protes September itu.

Dalam protes itu, dilaporkan 77 orang meninggal dunia dan terjadi kerusakan berarti pada properti milik Pemerintah Nepal dan pihak swasta.

Balendra Shah, yang juga mantan wali kota Kathmandu, bergabung ke RSP pada Januari lalu dan dianggap dapat memainkan peran kunci dalam kebangkitan partai tersebut karena mendapatkan dukungan kuat dari kalangan anak-anak muda Nepal.

Jika RSP terus mendapat kursi di tengah tren yang berlangsung saat ini di Nepal, maka RSP diprediksi menjadi partai tunggal pertama yang meraih mayoritas suara di Nepal sejak tahun 1999.

Pemerintah baru Nepal akan menghadapi tantangan untuk menciptakan lapangan kerja di negara yang tingkat penganggurannya tinggi itu. Shah juga akan bekerja untuk memberantas korupsi di negara tersebut.

Mereka juga perlu mengatur evakuasi pekerja migran Nepal di Timur Tengah, yang menurut pihak berwenang setempat berjumlah sekitar 3 juta orang, di tengah konflik perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Pemerintahan Shah juga harus menciptakan hubungan yang baik dengan India dan Tiongkok. Ant/Kyodo

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Sawah di Bekasi Alami Keker...
Advertisement
Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.