UMKM Panen Rezeki, Lampion Street Market Kupang Catat Transaksi Fantastis
📅 Senin, 09 Mar 2026, 23:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara.
KUPANG – Suasana meriah terasa dalam ajang Kupang Lampion Street Market yang digelar pada 6–8 Maret 2026 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan ini tak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha lokal. Dari sekitar 70 pelaku UMKM yang ikut ambil bagian, total transaksi yang tercatat hampir mencapai Rp1 miliar.
Angka ini menunjukkan antusiasme pengunjung sekaligus menjadi bukti bahwa event seperti ini bisa menjadi peluang besar bagi UMKM untuk memperkenalkan produk dan meningkatkan penjualan.
“Selama tiga hari kegiatan Kupang Lampion Street Market telah menggerakkan ekonomi di Kota Kupang dan meningkatkan daya saing UMKM,” kata Wali Kota Kupang Christian Widodo dalam keterangannya di Kupang, Senin (9/3).
Berdasarkan data sementara yang dihimpun bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT, selama dua hari pertama transaksi yang terjadi mencapai hampir Rp500 juta dengan ribuan transaksi. Total transaksi selama tiga hari kegiatan diperkirakan mendekati Rp1 miliar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Christian menegaskan bahwa penguatan sektor UMKM menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Kupang, mengingat karakteristik daerah yang bertumpu pada sektor jasa dan perdagangan.
“UMKM adalah denyut nadi ekonomi di Kota Kupang. Kita ini kota jasa dan perdagangan. Kita tidak punya banyak hasil bumi, tetapi UMKM menjadi tumpuan ekonomi kita,” katanya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) NTT yang dinilai telah mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing UMKM.
“Kalau tahun depan mau dibuat lagi, boleh juga dua kali setahun. Tidak harus saat Imlek. Bisa juga festival makanan saat Natal atau momen lainnya. Kota Kupang siap mendukung,” ujarnya.
Christian juga menyoroti tema kegiatan “Harmoni dalam Keberagaman” yang dinilai sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Kota Kupang yang majemuk.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kolaborasi lintas suku, agama, dan etnis demi kemajuan daerah.
Sementara itu, Ketua Panitia Kupang Lampion Street Market, Andree Hartanto menyampaikan kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik berkat dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, unsur Forkopimda Provinsi dan Kota Kupang, sponsor, mitra kerja, komunitas, serta relawan.
“Kegiatan tersebut diikuti oleh 70 pelaku UMKM dengan seluruh slot terisi penuh, bahkan terdapat daftar tunggu bagi pelaku usaha yang ingin bergabung,” katanya.
Panitia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari kalender event pariwisata Kota Kupang sekaligus menjadi ruang yang mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM di daerah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!