Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ratusan Satwa Liar Selundupan Diamankan Kemenhut di Tanjung Perak

24 Rabu, 16 Jul 2025, 17:25 WIB | Oleh:
Ratusan Satwa Liar Selundupan Diamankan Kemenhut di Tanjung Perak Ratusan Satwa Liar Selundupan Diamankan Kemenhut di Tanjung Perak Doc: ANTARA/HO-Ditjen KSDAE Kemenhut
Ket. Salah satu Soa layar (Hydrosaurus weberi) yang berhasil diamankan Tim Intelair Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Jawa Timur dari penyelundupan di Tanjung Perak yang sudah diserahkan ke BBKSDA Jawa Timur.

JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berhasil mengamankan ratusan satwa liar yang berusaha diselundupkan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur dalam truk yang mengklaim mengangkut aksesoris ponsel.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur Nur Patria Kurniawan dalam pernyataan diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan Tim Intelair Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Jawa Timur memeriksa sebuah truk yang tercatat hanya membawa aksesoris ponsel di Pelabuhan Jamrud Utara, Tanjung Perak, dan menemukan 438 ekor satwa liar tanpa dokumen resmi.

"Kami mengapresiasi sinergi yang solid antara Ditpolairud dan tim BBKSDA Jatim. Ini bukan sekadar operasi penegakan hukum. ini adalah upaya menyelamatkan nyawa, menjaga keseimbangan ekosistem, dan menegaskan bahwa Indonesia serius melindungi keanekaragaman hayatinya," ujar Nur Patria Kurniawan.

"Kami tidak hanya menyita satwa, tapi menyelamatkan warisan hayati bangsa. Ini peringatan keras bagi para pelaku perdagangan ilegal satwa, kami awasi, kami lawan, dan kami tindak," tambahnya.

Dia menjelaskan bahwa dalam pemeriksaan dokumen saat operasi awal Juli lalu menemukan truk mendeklarasikan hanya membawa aksesoris ponsel. Setelah terbukti membawa satwa liar untuk diperjualbelikan, supir beserta barang bukti kemudian dibawa ke Markas Ditpolairud.

Satwa yang diselundupkan mayoritas berasal dari kawasan Wallacea dan Indonesia Timur.

Rinciannya meliputi, Biawak Sulawesi (Varanus salvator celebensis) sebanyak 16 ekor, Soa layar (Hydrosaurus weberi) 15 ekor dengan 1 ekor mati, Burung kacamata biasa (Zosterops melanuru) 299 ekor dengan 26 mati, Burung madu sriganti (Cinnyris jugularis) dan bakau (Cyornis rufigastra) 45 ekor, Raja perling (Basilornis celebensis) dan Jalak tunggir merah (Scissirostrum dubium) 65 ekor.

Ratusan satwa itu sudah diserahkan ke BBKSDA Jatim untuk dilakukan proses identifikasi, perhitungan, dan pemeriksaan medis awal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.