Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jelang Lebaran, Bapanas Gencarkan GPM di Kebumen untuk Jaga Harga Pangan

📅 Minggu, 08 Mar 2026, 14:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jelang Lebaran, Bapanas Gencarkan GPM di Kebumen untuk Jaga Harga Pangan Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM).

JAKARTA – Memperkuat stabilitas pangan menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan ekonomi dan sosial di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga gejolak geopolitik.

Ketersediaan pangan yang terjaga dengan harga yang stabil tidak hanya melindungi daya beli masyarakat, tetapi juga mencegah terjadinya tekanan inflasi yang dapat memicu ketidakpastian ekonomi.

Karena itu, upaya memperkuat stabilitas pangan perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari peningkatan produksi dalam negeri, penguatan cadangan pangan, hingga perbaikan sistem distribusi.

Dengan fondasi pangan yang kuat, pemerintah dapat memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi sekaligus menjaga stabilitas ekonomi secara berkelanjutan.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat stabilitas pangan di Kebumen melalui pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," kata Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono dalam keterangan di Jakarta, Minggu (8/3).

Menurutnya menjelang Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan bahan pangan masyarakat biasanya meningkat yang umumnya diikuti kenaikan harga. Sehingga untuk memastikan ketersediaan pasokan dan harga tetap terkendali, pemerintah melalui Bapanas berkolaborasi dengan berbagai pihak menggelar GPM di berbagai daerah.

Kegiatan GPM digelar bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kebumen serta Alumni SMAN 1 Kebumen Angkatan 1996.

Maino menegaskan pengendalian pasokan dan harga pangan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi kuat antara pemerintah, pelaku usaha, hingga produsen pangan.

"Tadi Pak Gubernur Jawa Tengah juga menyampaikan Jawa Tengah tidak bisa sendiri, perlu dukungan dari seluruh kabupaten/kota, apalagi di tingkat nasional, perlu dukungan semua stakeholder terkait,” tambah Maino.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk menjaga pasokan dan harga pangan tetap stabil, terutama pada momentum hari besar keagamaan nasional seperti Ramadan dan Idul Fitri yang biasanya memicu peningkatan permintaan.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha pangan, BUMN, BUMD, hingga petani serta peternak dalam menjaga ketersediaan pangan.

Bapanas terus menggencarkan program GPM di berbagai daerah sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan.

Hingga 5 Maret 2026, kegiatan GPM tercatat telah dilaksanakan sebanyak 2.644 kali di seluruh Indonesia, terdiri dari 20 kali oleh pemerintah pusat, 263 kali di 33 provinsi, 2.148 kali di 312 kabupaten/kota, serta 213 kali oleh masyarakat dan pihak swasta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Nasional
Kapan Wisata Bromo Dibuka L...
Nasional
Kapal Pesiar Swasta Dipakai...

Akses Wisata Ke Bromo akan Dibuka Jika Benar-benar Aman

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Akses Wisata Ke Bromo akan ...
PT KAI: LRT Jabodebek Perpanjang Layanan hingga Tengah Malam pada 17 Agustus

PT KAI: LRT Jabodebek Perpanjang Layanan hingga Tengah Malam pada 17 Agustus

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.