RI Harus Amankan Pasokan Energi Dari Luar Timur Tengah
📅 Jumat, 06 Mar 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim RedaksiPeneliti Sustainability Learning Center (SLC) Hafidz Arfandi mengatakan kapasitas penyimpanan BBM RI hanya bertahan 20 hari saja. Hal itu berarti, bila tidak ada pasokan baru akan menyebabkan kelangkaan di pasar.
“Selama ini kita cukup bergantung dari pasokan Saudi Aramco baik untuk proses di kilang utama, seperti Balikpapan dan Cilacap, maupun BBM jadi yang diolah di Kilang Singapura,” jelas Hafidz.
Jika konflik di Timur Tengah terus memanas, maka opsi jangka pendek yang diperlukan diantaranya mengoptimalkan minyak hasil lifting domestik untuk memenuhi pasokankilang dalam negeri.
Selain itu, bisa dengan mengupayakan kerja sama dengan produsen alternatif yang memiliki surplus minyak seperti dari Angola, Brunei, Malaysia dan Vietnam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebenarnya, ada minyak dan gas murah dari Russia, tetapi ada sanksi AS dan Uni Eropa yang membuat negara pembelinya bisa terkena sanksi balasan. “Bila konflik terus berlanjut opsi ini jadi short cut jangka pendek di tengah kelangkaan, proses pembeliannya bisa jadi menggunakan skema perantara misalnya Tiongkok atau India, dua negara yang sampai saat ini sangat yakin untuk membeli langsung dari Russia dan Iran meski terkena sanksi AS dan Uni Eropa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!