Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Harus Amankan Pasokan Energi Dari Luar Timur Tengah

📅 Jumat, 06 Mar 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Harus Amankan Pasokan Energi Dari Luar Timur Tengah Doc: antara
Ket. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor 2026 di Jakarta, Kamis (5/3).

JAKARTA - Indonesia telah mengamankan pasokan energi dari berbagai sumber di luar Timur Tengah sebagai langkah mitigasi menghadapi dampak perang Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan

sejumlah alternatif pasokan energi berasal dari kerja sama perdagangan dengan AS serta akses pasokan yang dimiliki oleh PT Pertamina dari Venezuela.

“Kalau dari segi energi, karena kebetulan kita sudah tanda tangan ART (Agreement of Reciprocal Trade), memang suplai dari energi kita sudah juga melakukan MoU dengan Amerika Serikat dan juga Pertamina punya akses di Venezuela,” kata Airlangga dalam konferensi pers Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor 2026 di Jakarta, Kamis (5/3).

Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi global yang sulit diprediksi. Airlangga mengaku pemerintah Indonesia saat ini lebih siap menghadapi ketidakpastian dengan belajar dari lonjakan harga energi akibat konflik Russia dan Ukraina.

Menurut dia, kondisi tersebut dapat dilihat dari dua sisi. Di satu sisi, pemerintah perlu menjaga subsidi energi agar tidak memberatkan masyarakat. Namun di sisi lain, kenaikan harga komoditas juga dapat meningkatkan penerimaan negara.

“Di satu sisi itu yang terkait dengan subsidi kita jaga dan pemerintah kemarin sudah siapkan bahwa subsidi ya kita akan lanjutkan. Dan APBN itu sebagai buffer untuk meredam fluktuasi harga. Tapi di lain pihak tentu ada kenaikan tambahan penerimaan kalau (harga) komoditas itu naik,” tuturnya.

Meski demikian, ia menilai masih terlalu dini untuk memperkirakan dampak penuh dari dinamika konflik Timur Tengah terhadap ekonomi.

“Kita tentu melihat situasinya, masih too early to call,” ujarnya.

Menahan Ekspansi

Lebih lanjut, Airlangga juga menilai kondisi global yang tidak pasti membuat investor cenderung menahan ekspansi sehingga ketahanan ekonomi menjadi faktor yang semakin penting.

“Inilah yang harus kita dorong karena the new world juga membuat semua investasi akan melihat kembali, dan juga akan menahan karena dalam situasi seperti ini tentu daya tahan, resiliensi itu yang paling utama termasuk juga di sektor ekonomi,” katanya.

Adapun berdasarkan dokumen kesepakatan dagang resiprokal antara Indonesia dan AS, Indonesia berkomitmen melakukan pembelian komoditas energi dari AS senilai sekitar 15 miliar dollar AS.

Nilai tersebut mencakup impor liquefied petroleum gas (LPG) sebesar 3,5 miliar dollar AS, minyak mentah sebesar 4,5 miliar dollar AS, serta bensin hasil kilang sebesar 7 miliar dollar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.