Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov DKI Dukung Dodol Betawi, Pramono Minta Sajikan di Agenda Balai Kota

📅 Jumat, 06 Mar 2026, 17:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov DKI Dukung Dodol Betawi, Pramono Minta Sajikan di Agenda Balai Kota Doc: Antara
Ket. Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB) Fauzi Bowo bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sedang mengaduk adonan dodol di Dodol Nyak Mai, Jalan Moch Kahfi II, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (6/3).

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo ingin dodol khas Betawi menjadi salah satu sajian pada berbagai acara di Balai Kota sebagai salah satu cara untuk melestarikan kuliner itu.

“Saya minta untuk acara-acara di Balai Kota, kita pesan di tempat ini,” kata Pramono usai menghadiri acara Ngaduk Dodol Betawi di Dodol Nyak Mai, Jalan Moch Kahfi II, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (6/3).

Pramono juga melihat secara langsung proses pembuatan dodol tradisional khas Betawi.

Pramono pun turut mendorong agar kuliner khas Betawi itu dapat dilestarikan.

Hal itu karena, katanya, ia menilai pembuatan dodol merupakan salah satu simbol gotong royong.

Hal ini dikarenakan pembuatan dodol tradisional harus diaduk selama delapan hingga 10 jam tanpa henti.

"Karenanya, perlu tiga sampai empat orang untuk melakukan pengadukan secara bergantian," katanya.

Dodol Nyak Mai sendiri merupakan usaha turun-temurun yang berada di kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan.

Usaha ini dirintis oleh Nyak Mai pada awal 1990-an dan kini diteruskan oleh generasi kedua, yakni Mpok Djuanih dan Bang Udin.

Menurut Pramono, Dodol Nyak Mai memiliki cita rasa khas dan telah dikenal luas oleh masyarakat.

Ia bahkan mengaku kerap membawa dodol tersebut untuk keluarganya.

Untuk itu Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong pengembangan usaha kuliner tradisional seperti Dodol Nyak Mai.

Dukungan tersebut termasuk melalui modernisasi peralatan produksi tanpa menghilangkan nilai tradisional yang menjadi ciri khasnya.

“Harapannya dilakukan modernisasi, tetapi jangan sampai yang tradisionalnya hilang. Justru di situlah kekhasan dan keunggulannya,” ujar Pramono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

58 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.