Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mentan Ungkap Cadangan Pangan Nasional Cukup untuk 324 Hari

📅 Jumat, 06 Mar 2026, 14:20 WIB | Oleh:
Mentan Ungkap Cadangan Pangan Nasional Cukup untuk 324 Hari Doc: RRI/Alfreds Tuter

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan cadangan pangan nasional masih mencukupi. Stok pangan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga 324 hari.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta. Pemerintah menilai ketahanan pangan tetap aman.

Penjelasan disampaikan di tengah memanasnya konflik geopolitik global seperti ketegangan yang terjadi antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

“Cadangan pangan kita tersedia hingga 324 hari,” ucap Amran, Jumat (6/3).

Ia menjelaskan stok Cadangan Beras Pemerintah di gudang Bulog mencapai 3,7 juta ton, stok tersebut menjadi bantalan utama ketersediaan pangan.

Selain itu terdapat stok beras pada sektor hotel, restoran, dan katering, jumlahnya diperkirakan mencapai 12 juta ton. Produksi beras yang masih berada di lahan juga cukup besar. Standing crop diperkirakan mencapai 10 hingga 11 juta ton.

Menurut Amran, kombinasi stok dan produksi membuat ketahanan pangan nasional tetap kuat. Total cadangan dapat mencukupi kebutuhan hingga 324 hari.

Meski demikian proses produksi tetap berjalan. Pemerintah memproyeksikan tambahan produksi antara 2,6 hingga 5,7 juta ton.

Amran juga menyoroti potensi dampak iklim terhadap sektor pertanian. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi musim kemarau datang lebih awal.

Kemarau 2026 diperkirakan berlangsung lebih lama di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi produksi pangan.

Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Pengalaman menghadapi El Nino menjadi bekal menghadapi kondisi tersebut.

Salah satu langkah antisipasi dilakukan melalui program pompanisasi. Program ini menjangkau sekitar 1,2 juta hektare lahan tadah hujan.

Pemerintah juga menyiapkan tambahan satu juta hektare lahan tahun ini. Langkah tersebut untuk menjaga produksi pangan nasional tetap stabil.

Sebelumnya Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menyoroti dampak konflik Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz dinilai berpotensi mempengaruhi ekonomi global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.