Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Layanan Arus Mudik Harus Aman, Lancar, dan Terintegrasi

📅 Jumat, 06 Mar 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Layanan Arus Mudik Harus Aman, Lancar, dan Terintegrasi Doc: KEMENTERIAN PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA
Ket. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi

Periode arus mudik lebaran tinggal menghitung hari. Berbagai kesiapan dilakukan pemerintah termasuk memperbaiki ruas-ruas jalan yang rusak karena banjir.

Penanggung jawab arus mudik (dan balik) Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi,terus mematangkan persiapan dengan menitikberatkan pada aspek keselamatan, kelancaran, dan integrasi antarmoda transportasi. Sejumlah langkah strategis disiapkan mulai dari peningkatan kapasitas angkutan umum, rekayasa lalu lintas di titik rawan kepadatan, hingga penguatan koordinasi dengan kementerian/lembaga serta pemerintah daerah guna menjaga kelancaran lonjakan pergerakan masyarakat.

Untuk mengulik lebih jauh kesiapan Kementerian Perhubungan dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026, wartawan Koran Jakarta, Paundra Zakirulloh, berkesempatan mewawancarai Dudy Purwagandhi dalam beberapa kesempatan. Berikut petikannya.


Bapak menekankan kolaborasi lintas sektor untuk Angkutan Lebaran 2026. Kenapa ini jadi kunci utama?
Karena angkutan Lebaran itu kompleks dan berisiko tinggi. Keberhasilannya sangat ditentukan oleh soliditas kerja sama sejak perencanaan sampai pengendalian di lapangan.

Tujuan utama rapat koordinasi lintas sektor yang digelar bersama kepolisian?
Untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kesiapsiagaan bersama, supaya seluruh aspek pelayanan, pengawasan, dan pengendalian transportasi berjalan terintegrasi.

Fokusnya?
Kami fokus pada pengaturan operasional transportasi, penyediaan kapasitas sarana dan prasarana, serta pengawasan keselamatan di semua moda.
Maka kerja sama dengan Polri sangat penting. Ssebab Polri berperan sentral dalam pengamanan, pengaturan, dan rekayasa lalu lintas. Demikian juga dengan penegakan hukum bila ada pelanggaran untuk menjaga keselamatan perjalanan masyarakat.

Titik-titik yang menjadi perhatian khusus?
Simpul-simpul transportasi strategis seperti terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, dan akses jalan utama yang berpotensi sangat padat.
Ini akan menjadi perhatian khusus. Beberapa petugas dishub ditempatkan di sini guna mengatur kelancaran.

Langkah antisipatif yang disiapkan untuk mengatasi kepadatan?
Manajemen
lalu lintas kendaraan masuk dan keluar, serta memastikan kesiapan layanan angkutan umum atau feeder agar arus penumpang tetap terkendali. Di sini salah satu peran penting anggota Polri. Mereka bersama petugas lain akan mengatur lalu lintas manusia maupun kendaraan.

Bapak juga menyebut penerapan sistem berbasis digital. Seperti apa implementasinya?
Kami menerapkan rencana operasi berbasis digital melalui pelaporan simpul transportasi, surveillance pergerakan sarana, live streaming drone, pantauan kecelakaan, layanan pengaduan masyarakat, hingga informasi fasilitas pendukung. Semua ini memerlukan sistem digital guna mengoperasikan dan memantau.

Seberapa luas cakupan pemantauannya?
Ada 7.159 titik CCTV yang bekerja sama dengan BUMN dan swasta
. Tambah lagi informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG. Di sini harus terintegrasi informasinya untuk saling mengantisipasi. Digitalisasi memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat dan akurat dalam mengendalikan pergerakan transportasi nasional selama periode lebaran.

Bagaimana kesiapan mitigasi bencana selama arus mudik.

Cuaca yang kurang bersahabat di sejumlah wilayah. Semua pemangku kepentingan baik pusat maupun daerah harus menyiapkan langkah mitigasi sejak awal. Itulah perlunya integrasi dan koordinasi dengan berbagai instansi tadi, seperti BMKG.

Kalau kesiapan moda transportasi?
Secara umum sudah siap baik darat, laut, maupun udara. Tapi kami tetap beri penekanan khusus pada faktor cuaca.
Ini utamanya untuk perjalanan laut. Sebab cuaca di laut sering tidak menentu. Sekali lagi di sini perlu informasi terintegrasi dengan mendengarkan informasi-informasi dari BMKG. Banyak laut mengalami gelombang tinggi sekarang ini.

Apalagi hingga bulan April masih ada potensi hujan di berbagai wilayah Indonesia. Ini harus diantisipasi agar tidak mengganggu kelancaran arus mudik dan balik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Luar Negeri
AS Beri Sanksi Ekonomi ke I...
Megapolitan
Disperpusip Lebak Sebut Per...
Daerah
Antisipasi Banjir Susulan, ...
DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.