Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indef Sebut MBG Kunci Daya Saing Hilirisasi Ayam Domestik Hadapi ART AS

📅 Jumat, 06 Mar 2026, 08:23 WIB | Oleh:
Indef Sebut MBG Kunci Daya Saing Hilirisasi Ayam Domestik Hadapi ART AS Doc: antara foto
Ket. Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi kunci dalam penguatan daya saing hilirisasi ayam untuk menghadapi rencana impor ayam sebagai bagian dari Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia – Amerika Serikat (AS) The Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Pernyataan tersebut diungkapkan Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/3).

"Karena adanya pasokan dari dalam negeri untuk kebutuhan MBG besar, maka market-market khusus itu harus dipasok dari dalam negeri sehingga ada market khusus yang memang bisa dimasukkan dalam proyek hilirisasi ayam," ujar Tauhid Ahmad.

Adanya program-program pemerintah seperti MBG dapat dimanfaatkan peternak ayam lokal untuk meraih keuntungan sekaligus menjadikannya produknya lebih kompetitif.

"Menurut saya harus kompetitif di dalam negeri. Misalnya memastikan pasokan bahan makan untuk ternak ayam bisa lebih murah, didukung oleh kebijakan pemerintah, kemudian untuk obat dan kesehatan untuk peternakan ayam serta sebagainya termasuk infrastrukturnya pemerintah bisa bantu sehingga harga jual produk ayam domestik itu bisa lebih murah dibandingkan produk impor," kata Tauhid Ahmad.

Sebagai informasi dalam ART tersebut,  Indonesia mengimpor produk ayam AS dalam bentuk live poultry yakni untuk kebutuhan Grand Parent Stock (GPS) sebanyak 580.000 ekor (dengan estimasi nilai sekitar 17-20 juta dolar AS). GPS sangat dibutuhkan peternak ayam dalam negeri sebagai sumber genetik utama dan belum ada fasilitas pembibitan GPS di Indonesia.

Selanjutnya, impor bagian ayam seperti leg quarters, breasts, legs, atau thighs selama ini memang tidak dilarang, sepanjang memenuhi persyaratan kesehatan hewan, keamanan pangan, kebutuhan tertentu, dan ketentuan teknis yang berlaku.

Untuk kebutuhan industri makanan domestik, Indonesia juga melakukan importasi mechanically deboned meat (MDM) sebagai bahan baku pembuatan sosis, nugget, bakso, dan produk olahan lainnya dengan estimasi volume impor sekitar 120.000-150.000 ton per tahun.

Pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan peternak dalam negeri serta menjaga keseimbangan pasokan dan harga ayam nasional. Tidak ada kebijakan yang mengorbankan industri domestik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Capaian realisasi investasi nasional

26 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

26 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.