Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guru Madrasah dan Harapan PPPK, Bukan Sekadar Status tapi Pengakuan Negara Atas Pengabdian Panjang

📅 Jumat, 06 Mar 2026, 13:57 WIB | Oleh:

Solusi kebijakan

Jika pengangkatan guru madrasah swasta menjadi PPPK benar-benar diwujudkan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para guru. Kebijakan ini juga berpotensi meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Kesejahteraan guru berkorelasi kuat dengan kualitas pembelajaran. Guru yang memiliki kepastian penghasilan dan status pekerjaan akan lebih fokus mengembangkan kompetensi dan metode pengajaran. Mereka memiliki ruang untuk mengikuti pelatihan, memperbarui materi ajar, dan membangun inovasi pendidikan.

Di sisi lain, pengangkatan PPPK juga dapat memperkuat posisi madrasah dalam sistem pendidikan nasional. Selama ini madrasah sering dipersepsikan sebagai lembaga pendidikan pinggiran. Padahal, jutaan siswa di Indonesia menempuh pendidikan melalui jalur ini.

Dengan meningkatkan kesejahteraan guru, negara sekaligus memperkuat fondasi pendidikan berbasis nilai keagamaan dan karakter.

Namun agar kebijakan ini berjalan efektif, diperlukan beberapa langkah strategis. Pertama, pemerintah perlu menyusun peta kebutuhan guru madrasah secara nasional yang lebih akurat. Data yang jelas akan memudahkan penentuan kuota PPPK secara bertahap.

Kedua, perlu ada mekanisme afirmasi bagi guru madrasah yang telah lama mengabdi. Banyak dari mereka telah mengajar lebih dari sepuluh bahkan dua puluh tahun. Pengalaman panjang ini seharusnya menjadi pertimbangan penting dalam proses rekrutmen.

Ketiga, pemerintah daerah dan Kementerian Agama perlu memperkuat sistem pembinaan guru setelah diangkat menjadi PPPK. Status baru harus diikuti dengan peningkatan kapasitas profesional agar kualitas pendidikan juga meningkat.

Perjuangan guru madrasah menuju PPPK bukan hanya soal status kepegawaian. Ia adalah refleksi dari bagaimana negara memandang peran pendidikan keagamaan dalam pembangunan bangsa.

Madrasah telah lama menjadi ruang belajar bagi jutaan anak Indonesia. Di dalamnya, para guru tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai moral, toleransi, dan kebangsaan.

Karena itu, memperjuangkan kesejahteraan guru madrasah sejatinya adalah investasi jangka panjang bagi masa depan pendidikan nasional.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah guru madrasah layak mendapatkan pengakuan tersebut. Pertanyaan yang lebih penting adalah seberapa cepat kebijakan itu da

pat diwujudkan, agar pengabdian panjang para guru tidak terus berjalan dalam ketidakpastian. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Ceuta Spanyol Hadapi Gelomb...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.