Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Prancis Kirim Kapal Induk ke Mediterania

📅 Kamis, 05 Mar 2026, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Prancis Kirim Kapal Induk ke Mediterania Doc: AFP/NICOLAS TUCAT
Ket. Kapal induk Charles de Gaulle saat berlayar di perairan Prancis selatan pada Juni 2021 lalu. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada Selasa (3/3) memerintahkan kapal induk ini untuk bergerak ke Mediterania menyusul semakin meluasnya perang di kawasan Timur Tengah.

PARIS – Prancis mengirimkan kapal induk andalannya ke Mediterania sebagai respons terhadap meluasnya konflik di Timur Tengah. Demikian diumumkan Presiden Emmanuel Macron pada Selasa (3/3).

"Saya telah memerintahkan kapal induk Charles de Gaulle, aset udaranya, dan kapal fregat pengawalnya untuk berlayar menuju Mediterania," kata Macron dalam pidato yang disiarkan televisi sehari setelah ia memperingatkan risiko konflik yang meluas ke luar perbatasan Eropa.

Kapal induk Charles de Gaulle telah ditarik dari penugasannya di Atlantik Utara untuk menuju ke Mediterania timur. Kapal tersebut singgah di pelabuhan Malmo, Swedia, pekan lalu.

Macron mengatakan bahwa ia juga mengirimkan unit pertahanan udara tambahan ke Siprus, sehari setelah drone buatan Iran menyerang pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) di Akrotiri.

"Selain aset yang sudah ada, jet Rafale, sistem pertahanan udara, dan pesawat radar udara telah dikerahkan dalam beberapa jam terakhir ke wilayah tersebut,” kata Presiden Macron seraya mengatakan bahwa dua pangkalan Prancis telah mengalami serangan terbatas yang menyebabkan kerusakan material sejak awal konflik.

Ia pun mengatakan fregat Languedoc dan aset pertahanan udara tambahan akan tiba di lepas pantai Siprus pada Selasa, seiring meluasnya konflik setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2) lalu.

"AS dan Israel memutuskan untuk melancarkan operasi militer, yang dilakukan di luar hukum internasional, yang tidak dapat kami setujui," kata presiden Prancis itu. “Namun Republik Islam Iran memikul tanggung jawab utama atas situasi ini," imbuh dia.

Kapal induk Charles De Gaulle diperkirakan membutuhkan waktu 10 hari untuk mencapai Mediterania timur. Dari sana, 20 jet tempur Rafale yang ada di dalamnya, bersama dengan dua pesawat radar Hawkeye, akan berkontribusi dalam mengamankan wilayah udara.

"Saat ini Selat Hormuz praktis tertutup. Sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair dunia melewati selat ini," kata Macron. "Terusan Suez dan Laut Merah juga berada di bawah tekanan dan ancaman. Kami telah mengambil inisiatif untuk membangun koalisi guna mengumpulkan sumber daya yang diperlukan, termasuk sumber daya militer, sehingga lalu lintas dapat dipulihkan dan diamankan di jalur laut yang sangat penting bagi perekonomian global ini," imbuh dia.

Selain 700 tentaranya yang bertugas di Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), Prancis memiliki 900 personel militer di pangkalan udara, laut, dan darat di Uni Emirat Arab (UEA).

Respons Inggris

Sementara itu Inggris telah mengerahkan HMS Dragon, sebuah kapal perusak pertahanan udara, ke Siprus setelah landasan pacu pangkalan Akrotiri diserang oleh drone buatan Iran.

Perdana Menteri Keir Starmer mengatakan pada Selasa bahwa ia telah memerintahkan pengiriman kapal angkatan laut beserta helikopter dengan kemampuan anti-drone ke wilayah tersebut, seiring dengan meningkatnya konflik di Timur Tengah.

"Inggris sepenuhnya berkomitmen terhadap keamanan Siprus dan personel militer Inggris yang ditempatkan di sana," kata PM Starmer dalam sebuah unggahan di media sosial X.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.