Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atasi Masalah Air Bersih, Khofifah Dorong SPAM di Malang

📅 Selasa, 13 Mei 2025, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Atasi Masalah Air Bersih, Khofifah Dorong SPAM di Malang Doc: Antara
Ket. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan pidato sambutan sebelum meresmikan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Dusun Sumbul Desa Klampok Kecamatan Singosari Kabupaten Malang Jawa Timur, Selasa (13/5).

Malang, Jawa Timur - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan keberadaan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Dusun Sumbul Desa Klampok Kecamatan Singosari Kabupaten Malang Jawa Timur menjadi solusi mengatasi persoalan akses air bersih bagi warga setempat.

Khofifah seusai peresmian SPAM di Dusun Sumbu Selasa (13/5), mengatakan, pembangunan SPAM merupakan realisasi dari adanya usulan masyarakat yang sempat merasa kesulitan mendapatkan akses air bersih ketika musim kemarau.

"SPAM Singosari dari permintaan masyarakat, kemudian saya meminta Kepala Dinas Cipta Karya melakukan asesmen dan akhirnya ground breaking pada 27 Januari 2023. Sekarang, masyarakat bisa memanfaatkan air bersih dari sumber air," kata Khofifah.

Infrastruktur SPAM Singosari melayani kurang lebih 405 kepala keluarga atau sekitar 1.620 jiwa yang tersebar di 10 RT, di dua RW, di Dusun Sumbul Desa Klampok Kecamatan Singosari.

Khofifah menjelaskan, sebelum adanya SPAM ini, masyarakat harus bergantung pada pasokan bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun dengan cara membeli air bersih dengan harga yang tergolong tinggi.

Dari informasi yang diterima oleh Khofifah, per satu meter kubik air bersih bisa mencapai Rp50 ribu. Sedangkan, untuk kebutuhan harian rumah tangga, rata-rata membutuhkan pasokan 20 kubik per hari.

"Per bulan berarti bisa Rp1 jutaan. Nah Insya Allah setelah ini dikelola HIPPAM, untuk dusun di sini tadi yang terkonfirmasi kira-kira nanti akan bisa Rp1.000 per kubik," ucapnya.

Selain kebutuhan rumah tangga, air bersih yang disalurkan melalui SPAM itu juga diperuntukkan untuk beberapa fasilitas umum di Dusun Sumbul.

"Kemudian sekolah juga bisa mendapatkan akses air, masjid juga, mushala. Mudah-mudahan bisa manfaat untuk masyarakat Dusun Sumbul," ujarnya.

SPAM yang resmi beroperasi per hari ini menggunakan sistem pipanisasi untuk mengalirkan air dari sumber mata air menuju permukiman penduduk. Pembangunan infrastruktur tersebut berjalan sejak Februari 2025.

"Ini bagian dari hibah pemerintah provinsi senilai Rp11,2 miliar," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.