Kemenag Gelar Halal Goes to Campus untuk Perkuat Literasi Halal bagi Anak Muda
📅 Rabu, 04 Mar 2026, 13:40 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
JAKARTA - Direktorat Jaminan Produk Halal (JPH) Kementerian Agama meluncurkan Program Halal Goes to Campus bertajuk “Ngobral (Ngobrolin Halal)” yang bertujuan memperkuat literasi halal bagi mahasiswa sekaligus membangun kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi.
Kampus pertama program tersebut yakni Universitas Padjadjaran, Kampus Jatinangor. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad mengatakan masyarakat Indonesia kerap merasa seluruh produk yang beredar sudah pasti halal, padahal kepastian halal tetap memerlukan sistem dan regulasi yang jelas.
“Kami ingin mengajak generasi muda agar memiliki pemahaman tentang halal,” ujar Abu Rokhmad dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (4/3).
Ia mengutip QS Al-Baqarah ayat 168 yang menyerukan seluruh manusia untuk mengonsumsi dan menggunakan produk yang halal dan tayib.
“Ayat tersebut dimulai dengan ‘yaa ayyuhannas’, yang artinya ditujukan kepada seluruh manusia. Halal bukan hanya anjuran bagi umat Islam, tetapi prinsip universal tentang kebaikan dan kebermanfaatan,” kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Abu Rokhmad, konsep halal dan tayib mencakup makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, hingga produk lainnya.
Indonesia telah memiliki landasan hukum melalui Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang mengatur sistem sertifikasi dan label halal sebagai jaminan bagi konsumen.
Menurut dia, halal kini berkembang menjadi gaya hidup global. Sejumlah negara Asia, seperti China dan Korea Selatan, memiliki pusat halal, bahkan banyak perusahaan asing mengajukan sertifikasi halal ke Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Banyak juga perusahaan besar China yang minta sertifikasi halal ke Indonesia. Ini kesempatan, khususnya buat mahasiswa agar mampu mengembangkan kemampuan dan jejaring dalam industri halal,” kata dia.
Abu Rokhmad mendorong perguruan tinggi membuka program studi industri halal yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, seperti kimia, fisika, dan farmasi. Ia menilai riset farmasi halal dapat menjadi kebanggaan nasional sekaligus mendorong lahirnya produk farmasi halal.
Direktur Jaminan Produk Halal Fuad Nasar menyebut kegiatan Halal Goes to Campus perdana di Universitas Padjadjaran ini digelar sebagai ajang edukasi dan diseminasi tentang kesadaran konsumsi dan gaya hidup halal bagi generasi muda.
"Halal telah menjadi isu populer di negara kita terutama sejak ekosistem halal dikenalkan kepada publik. Sertifikasi produk halal perlu terus ditingkatkan volumenya, namun tidak boleh berhenti sampai di situ. Riset halal perlu ditumbuhkan,” kata dia.
Program Halal Goes to Campus diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang tidak hanya memperkuat literasi halal dari sisi keagamaan, tetapi juga mendorong lahirnya ekosistem industri halal yang inklusif, modern, dan berbasis riset.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad Widya Setiabudi Sumadinata mengatakan halal bukan konsep eksklusif bagi umat Islam, melainkan bagian dari fitrah manusia untuk hidup sehat dan sejahtera.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!