Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Musim Kemarau 2026 Bakal Lebih Kering, Panjang, dan Datangnya Lebih Maju

📅 Rabu, 04 Mar 2026, 13:17 WIB | Oleh:
BMKG: Musim Kemarau 2026 Bakal Lebih Kering, Panjang, dan Datangnya Lebih Maju Doc: antara foto
Ket. Kepala BMKG Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani ditemui usai konferensi pers di Kantor BMKG Jakarta pada Rabu (4/3).

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa musim kemarau di Indonesia pada tahun ini akan lebih panjang dan relatif lebih kering jika dibandingkan dengan 2025.

“Diprediksi di sebagian besar wilayah Indonesia, datangnya akan lebih maju. Kemudian juga nanti akan lebih panjang ya. Ini kalau bahasa awamnya bahwa di tahun 2026 itu relatif lebih kering daripada tahun 2025," ujar Kepala BMKG Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani ditemui usai konferensi pers di Kantor BMKG Jakarta pada Rabu (4/3).

Awal musim kemarau diprediksi akan dimulai pada April 2026 di sejumlah wilayah daerah Indonesia yaitu 114 zona musim dan secara bertahap akan mulai dirasakan di wilayah lain pada Mei dan Juni.

Kondisi tersebut memperlihatkan awal musim kemarau di Indonesia datang lebih cepat pada tahun ini dibandingkan kondisi normal.

Tidak hanya itu, BMKG juga memprediksi kondisi selama musim kemarau pada tahun ini akan berada dalam kondisi normal sementara ada yang mengalami lebih kering dari biasanya.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Dr. Ardhasena Sopaheluwakan dalam kesempatan yang sama menyampaikan sebanyak 451 zona musim di bawah normal atau cenderung lebih kering dan 245 zona musim berada dalam kondisi normal.

"Sedangkan kondisi-kondisi yang perlu kita waspadai yaitu kondisi daerah-daerah yang diprediksi mengalami sifat musim kemarau di bawah normal," tuturnya.

Daerah yang diprediksi mengalami kemarau lebih kering atau di bawah normal yaitu Aceh, sebagian Sumatera Utara, sebagian Riau, sebagian Kepulauan Riau, sebagian Sumatera Barat, sebagian Jambi, sebagian besar Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, sebagian Bengkulu, sebagian Lampung, sebagian Pulau Jawa.

Hal serupa juga diprediksi BMKG dialami wilayah sebagian besar Bali dan Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian Sulawesi Barat, sebagian Sulawesi Tengah, Gorontalo bagian tengah, sebagian Sulawesi Utara.

Di wilayah Indonesia timur, potensi kemarau lebih kering dari normal dapat dialami di sebagian besar Maluku, sebagian besar Maluku Utara, dan sebagian Papua Barat Daya, sebagian Papua Barat, sebagian Papua, sebagian kecil Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.