Krisis Jalur Minyak Memanas, Mentan Jamin Distribusi Urea Tetap Lancar
📅 Selasa, 03 Mar 2026, 22:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Adeng Bustomi.
JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pupuk urea nasional tetap aman dan pasokan terkendali, meski terjadi penutupan Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran distribusi global.
Dalam Pelepasan Ekspor Unggas dan Produk Turunannya ke negara Jepang, Singapura dan Timor Leste di Jakarta, Selasa (3/3), Amran mengatakan pupuk urea aman, karena pasokan telah masuk di tanah air sebelum terjadi konflik antara Iran dengan Israel dan sekutunya Amerika Serikat (AS).
"Enggak terhambat, aman. Pupuknya sudah masuk (sebelum konflik AS-Israel dengan Iran). Pupuk ini pasokannya cukup bahkan dibanding tahun sebelumnya," kata Amran.
Ia menegaskan pemerintah mengantisipasi dampak gejolak geopolitik yang berpotensi mendorong kenaikan harga bahan baku pupuk di pasar internasional.
Menurutnya, langkah antisipatif dilakukan agar produksi pertanian tetap terjaga dan tidak terdampak gangguan pasokan maupun lonjakan harga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Amran memastikan distribusi pupuk di dalam negeri tidak terhambat dan stok yang dibutuhkan petani dalam kondisi cukup serta aman.
Bahkan, ia menyebut pasokan pupuk pada periode Januari hingga Februari mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, dia tidak menyebutkan secara rinci jumlah pasokan pupuk urea saat ini.
Terkait bahan baku urea, Amran menegaskan ketersediaannya tetap aman dan tidak mengalami gangguan akibat situasi di Timur Tengah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan sumber pasokan bahan baku Indonesia beragam dan tidak bergantung pada jalur perdagangan yang melewati Selat Hormuz. Salah satu sumber pasokan disebut berasal dari Rusia sehingga tidak terdampak langsung dinamika kawasan Teluk.
Dengan kondisi tersebut, Amran menegaskan tidak ada isu kelangkaan pupuk dan petani diminta tetap tenang karena kebutuhan pupuk nasional tercukupi.
Sebelumnya, PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan kesiapan penyaluran pupuk bersubsidi tahun anggaran 2026 sebesar 9,8 juta ton, senilai Rp46,87 triliun.
Kesiapan itu menyusul penandatanganan kontrak antara Pupuk Indonesia bersama Kementerian Pertanian di Jakarta, Senin (29/12/2025).
Dari jumlah tersebut, alokasi untuk sektor pertanian ditetapkan sebesar 9,55 juta ton, jumlah yang tetap dipertahankan sama dengan volume pada tahun 2025.
Konsistensi volume itu menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas produktivitas pangan nasional di tengah tantangan global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!