Kode Ur-Nammu, Konstitusi Tertua Peradaban Manusia
📅 Selasa, 03 Mar 2026, 07:18 WIB | Oleh: Haryo BronoMembangun Negara Kesejahteraan Kuno
Sebagai pendiri Dinasti Ketiga Ur, Ur-Nammu tidak hanya mencurahkan tenaganya untuk perang. Ia adalah arsitek sosial yang merevitalisasi tanah Mesopotamia. Kebijakannya mencakup pembangunan infrastruktur hijau, taman umum, dan sistem irigasi canggih yang menghidupkan kembali kebun-kebun buah di sekitar kota.
Ia memulihkan ekonomi Sumeria dengan menawarkan model “lapangan kerja massal.” Sarjana Marc van de Mieroop mencatat bahwa Dinasti Ur III bukanlah rezim totaliter yang menindas, melainkan birokrasi yang efisien.
“Negara Ur III harus merekrut tenaga kerja dengan menawarkan kompensasi yang cukup,” jelas Van de Mieroop. Rakyat direkrut untuk proyek pembangunan raksasa dengan imbalan jatah sumber daya pusat yang melimpah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemakmuran ini menuntut sebuah kepastian hukum. Kode Ur-Nammu pun diberlakukan sebagai instrumen untuk mempertahankan kejayaan tersebut, memastikan setiap warga dari buruh tani hingga bangsawan memahami hak dan kewajiban mereka demi hidup damai di bawah panji Ur.
Hingga kini, fragmen tanah liat Kode Ur-Nammu tetap menjadi monumen intelektual yang mengingatkan kita bahwa keadilan sejati lahir dari keinginan tulus untuk melindungi yang lemah. Empat ribu tahun kemudian, prinsip “keadilan melalui kompensasi” yang dirintisnya masih menjadi fondasi bagi sistem hukum perdata modern di seluruh dunia. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!