Ketimbang Tambah Subsidi, Pemerintah Mending Tingkatkan Perlindungan Sosial
📅 Selasa, 03 Mar 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiMenurut dia, kombinasi belanja negara yang naik, penerimaan melemah, dan biaya pembiayaan yang lebih mahal ini berpotensi memperlebar defisit APBN. “Sehingga respons yang diperlukan adalah menjaga stabilitas nilai tukar, realokasi belanja non-prioritas, dan memperkuat perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran dibanding mempertahankan subsidi energi secara luas,” kata Rizal.
Bisa Picu Resesi
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan serangan Israel ke Iran bisa memicu lonjakan harga minyak dunia.
Faisal menjelaskan saat ini harga minyak berada di kisaran 70 dollar AS per barel. Namun, jika konflik berlanjut, harga bisa naik ke 80 dollar AS per barel, bahkan menembus 100 dollar AS per barel apabila pasokan di Selat Hormuz terganggu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan, perang AS Iran picu Resesi global yang berpotensi terjadi dalam waktu dekat.
Indikator Vix index atau indeks volatilitas global sudah naik 52 persen sejak awal 2026.
Trend nya makin naik. Semakin tinggi volatilitas index semakin tinggi risiko ekonomi alami guncangan. Perang Iran AS picu kesulitan pasokan minyak dan gas. “Harga minyak yang naik terlalu cepat dan terlalu tinggi membuat shock pada sisi pasokan,”terang Bhima.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika harga minyak tembus 100-120 dollar per barrel maka konsekuensi belanja pemerintah melebar 515 triliun rupiah dengan asumsi harga bahan bakar minyak (BBM) tidak naik.
“Begitu harga BBM naik akan bertemu dengan inflasi pangan,"ucap Bhima.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!