Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas Tegaskan Gejolak Geopolitik Tak Ganggu Pasokan Pangan Pokok Strategis Dalam Negeri

📅 Selasa, 03 Mar 2026, 12:14 WIB | Oleh: Tim Redaksi
 Bapanas Tegaskan Gejolak Geopolitik Tak Ganggu Pasokan Pangan Pokok Strategis Dalam Negeri Doc: istimewa
Ket. Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy (tengah) dalam Rapat Koordinasi Kesiapan menghadapi Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Jakarta, Senin (2/3)

JAKARTA — Ketahanan pangan Indonesia dipastikan tetap aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Produksi pangan pokok strategis yang bersumber dari dalam negeri masih kuat menopang ketersediaan stok nasional, termasuk dalam menghadapi momentum Ramadan dan Idulfitri.

Di tengah dinamika dan gejolak geopolitik global, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan bahwa proyeksi ketersediaan pangan hingga usai Idulfitri tetap dalam kondisi aman. Tercatat sedikitnya sembilan komoditas pangan pokok strategis tidak memerlukan impor untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia.

"Perlu disampaikan bahwa Neraca Pangan dan Proyeksi Produksi/Impor sampai dengan akhir April 2026, Indonesia masih terdapat surplus. Jadi posisi Neraca Pangan sampai dengan akhir April atau setelah Lebaran nanti diprediksi aman," ungkap Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy dalam Rapat Koordinasi Kesiapan menghadapi Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Jakarta, Senin (2/3).

Berdasarkan proyeksi tersebut, ketersediaan beras nasional hingga akhir April 2026 diperkirakan mencatat surplus 17,2 juta ton. Angka ini berasal dari stok awal tahun yang ditambah produksi Januari sampai April yang menjadi sebesar 27,5 juta ton, kemudian dikurangi kebutuhan konsumsi hingga April sebesar 10,3 juta ton.

Komoditas jagung juga diproyeksikan surplus 4,8 juta ton, yang dihitung dari stok awal tahun ditambah produksi 10,7 juta ton dan dikurangi kebutuhan konsumsi sampai April sebesar 5,8 juta ton. Sementara itu, minyak goreng secara nasional mencatatkan surplus 3,5 juta ton dari total 4,4 juta ton stok awal tahun dan produksi, setelah dikurangi konsumsi dalam negeri sebesar 914 ribu ton.

"Beras sampai dengan akhir April diperkirakan surplus besar 17 juta ton. Kemudian gula konsumsi 595 ribu ton. Cabai besar 74 ribu ton. Cabai rawit 105 ribu ton. Jagung 4,8 juta ton. Minyak goreng 3,5 juta ton. Daging ayam 727 ribu ton. Telur ayam 349 ribu ton. Bawang merah 57 ribu ton," papar Sarwo.

Keberpihakan pemerintah terhadap produsen pangan dalam negeri juga tercermin dari penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog. Stok CBP saat ini sepenuhnya merupakan hasil serapan produksi dalam negeri. Penugasan penyerapan setara beras telah dijalankan Bulog secara masif sejak awal tahun 2026.

Hingga minggu keempat Februari 2026, realisasi serapan setara beras dari produksi dalam negeri telah melampaui capaian periode yang sama tahun sebelumnya. Eskalasi ini sekaligus menunjukkan tren produksi beras nasional yang terus meningkat.

Total serapan Bulog sampai minggu keempat Februari 2026 mencapai 552,4 ribu ton, meningkat signifikan sebesar 196,9 persen dibandingkan realisasi Januari dan Februari 2025 yang berada di angka 186 ribu ton.

Produksi Lokal

Penegasan mengenai capaian swasembada pangan juga sebelumnya disampaikan Kepala Bapanas Amran Sulaiman yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian. Ia menyebutkan sembilan komoditas telah sepenuhnya disokong produksi dalam negeri.

"Kita sekarang sudah swasembada, 9 komoditas. Beras. Jagung, jagung pakan tidak impor. Kemudian, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, telur ayam, daging ayam, gula konsumsi sampai minyak goreng. Kita sudah swasembada," kata Amran.

Pemerintah kini memfokuskan langkah pada peningkatan produksi komoditas yang belum swasembada, seperti kedelai, bawang putih, dan daging sapi. Meski demikian, Kepala Bapanas Amran mengajak masyarakat untuk bersyukur karena sebagian besar pangan pokok strategis tetap dalam kondisi surplus menjelang Ramadan.

"Tinggal yang kita kejar berikutnya lagi, yaitu kedelai, bawang putih, ini yang kita kejar ke depan termasuk sapi, peternakan sapi. Jadi Alhamdulillah menghadapi bulan suci Ramadan, angka-angka ini masih surplus. Termasuk yang impor, stoknya banyak," ucap Kepala Bapanas Amran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.