Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Terbendung! BPS Sebut Emas Perhiasan Inflasi 30 Bulan Beruntun

📅 Senin, 02 Mar 2026, 22:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Terbendung! BPS Sebut Emas Perhiasan Inflasi 30 Bulan Beruntun Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Sejumlah konsumen tengah melihat produk perhiasan di toko emas di Palembang, Sumatera Selatan.

JAKARTA – Inflasi komoditas emas perhiasan umumnya dipicu oleh kombinasi lonjakan harga emas global dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Ketika harga emas dunia naik—biasanya akibat ketidakpastian ekonomi atau geopolitik—harga bahan baku otomatis terdorong, dan pelaku usaha perhiasan menyesuaikan harga jual untuk menjaga margin.

Jika pada saat yang sama rupiah melemah, tekanan harga menjadi berlipat karena impor emas menjadi lebih mahal.

Selain faktor eksternal, permintaan musiman seperti menjelang hari raya atau musim pernikahan juga dapat memperkuat tekanan inflasi pada komoditas ini.

Meski kontribusinya terhadap inflasi umum tidak sebesar pangan atau energi, kenaikan harga emas perhiasan sering mencerminkan meningkatnya minat masyarakat pada aset lindung nilai, sehingga menjadi indikator sentimen ekonomi yang patut dicermati.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan, komoditas emas perhiasan tercatat mengalami inflasi secara bulanan (month-to-month/mtm) dalam 30 bulan berturut-turut sejak September 2023 hingga Februari 2026.

Dalam struktur Indeks Harga Konsumen (IHK) secara nasional, ia menuturkan bahwa komoditas emas perhiasan merupakan bagian dari Kelompok Pengeluaran Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya.

“Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya ini menjadi salah satu kelompok utama penyumbang inflasi pada Februari 2026," ujar Ateng Hartono di Jakarta, Senin (2/3).

Ia mengatakan, kelompok pengeluaran tersebut mengalami inflasi bulanan sebesar 2,55 persen mtm dengan andil inflasi mencapai 0,19 persen pada bulan lalu.

“Tingkat inflasi kelompok ini lebih besar jika dibandingkan bulan sebelumnya dan bulan-bulan yang sama pada periode sebelumnya. Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya adalah komoditas emas perhiasan,” lanjut dia.

Ateng menyampaikan, inflasi komoditas emas perhiasan tercatat sebesar 8,42 persen pada Februari 2026 dan menyumbangkan andil inflasi sebesar 0,19 persen.

Ia menyatakan, inflasi yang terjadi 30 bulan berturut-turut tersebut seiring dengan melonjaknya harga emas di pasar internasional.

Berdasarkan data yang diolah dari World Bank Commodity Price Data (The Pink Sheet) dan Bloomberg, BPS mencatat tren kenaikan harga emas terus berlanjut hingga awal tahun ini dan kembali menembus harga tertinggi pada Februari 2026.

Dia mengungkapkan, harga emas pada bulan lalu mencapai 5.019,97 dolar AS per troy ounce (Rp84,48 juta, kurs per Senin pagi = Rp16.829).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Nasional
Menag Apresiasi Dompet Dhua...
Luar Negeri
Tuntut Kenaikan Gaji, Puluh...
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.